Jumat, 18 September 2026
Opini  

Mengawal Dana Penanganan COVID-19

Oleh: Asri Rezki Saputra*

Saat ini, pandemi Covid-19 di Indonesia sudah menelan 469 jiwa dengan 5.136 kasus (per 15 April). Jumlah ini terus meningkat sejak awal bulan maret lalu. Tercatat dana yang masuk untuk penanganan Covid-19 hingga saat ini sebesar Rp. 97.03 Miliar (Covid19.go.id) ini belum termasuk dana Rp. 27 Triliun yang disiapkan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19. Begitu masifnya penyebaran Covid-19 di Indonesia mengharuskan pemerintah untuk menetapkannya sebagai bencana nasional. Bahkan seluruh pengalokasian anggaran pembangunan, pendidikan, dana desa, APBN dan APBD diprioritaskan untuk menghadapi pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Bahwa tulisan ini merupakan refleksi penulis terhadap kekhawatiran penggunaan anggaran yang cukup besar dalam penanganan Covid-19. Jarum sejarah Indonesia menunjukan, dana penanganan bencana pun tidak luput dari catatan hitam tindak pidana korupsi seperti korupsi dana bantuan bencana tsunami Nias sejak tahun 2006-2008 yang dilakukan oleh mantan bupati Nias (2011), korupsi proyek penyediaan air di daerah bencana Donggala, Palu, dan Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh pejabat Kementerian PUPR (2018), dan kasus pungli bencana alam di Mataram yang dilakukan anggota DPRD Mataram (2019).
Korupsi Membudaya
bahwa korupsi telah membudaya dalam urat nadi perjalanan negeri ini, lebih kejamnya lagi, korupsi bekerja secara terstruktur dan mengakar dalam upaya membangun negeri ini. Tindak pidana korupsi, selalu mengunakan kekuasaan politik sebagai media untuk melakukan korupsi. Motif penyelenggara negara dalam melakukan tindak pidana korupsi sangat beragam, namun motif coruption by greed yang dikemukakan oleh Robert Cooter dalam bukunya Law and Economics sangat relevan dengan kondisi penyelanggara negara saat ini. Motif coruption by greed yakni melakukan tindak pidana korupsi semata-mata karena motif ekonomi, atau karena rakus. Karena secara materi pelaku merupakan orang yang terpandang baik dari sisi kedudukan maupun dari sisi finansial. Karena motif rakus itulah yang menyebabkan orang tersebut dengan tanpa dosa menjarah uang rakyat dan mengakibatkan kerugian negara sekalipun dalam situasi bencana. Selain karena sifat rakus, korupsi juga dapat terjadi karena tidak adanya pertanggung jawaban yang jelas. Robert Klitgaard merumuskan, korupsi akan terjadi jika rumus (C)oruption= (D)iscretion + Monopoly – (A)ccountability positif terjadi. Maksudnya, korupsi dapat terjadi jika ada monopoli kekuasaan yang dipegang oleh seseorang, memiliki kemerdekaan bertindak atau wewenang yang berlebihan. Hal itu juga didukung tidak adanya pertanggungjawaban yang jelas. Oleh karena itu, mengawal dana penanganan Covid-19 harus menjadi perhatian utama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Mengingat pentingnya pemanfaatan anggaran tersebut untuk pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Ini tak lain demi menghapuskan celah-celah penyelewengan bagi pihak-pihak yang berniat meraup keuntungan pribadi. Sebab, sebagaimana pepatah, “Ada gula, ada semut”. Besarnya dana yang dikelola, bila tak diimbangi dengan kemampuan manajerial yang baik dan pengawasan yang ketat, tentu akan mudah terjadi penyelewengan dan korupsi.

Libatkan Masyarakat 

Pemerintah diharapkan lebih transparan dalam pengunaan anggaran penanganan Covid-19, sudah seharusnya secara berkala pemerintah menyampaikan jumlah anggaran yang sudah digunakan selama penanganan. Tidak cukup hanya informasi berapa banyak pasien yang bertambah, sembuh, atau meninggal dunia tetapi juga harus menyampaikan berapa besar dana yang telah digunakan untuk penanggulangan ini. Terlebih pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah meluncurkan situs www.covid19.go.id sebagai sumber informasi resmi penanggulangan virus corona. Ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dalam mengawal dana penanganan Covid-19.
Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan menghadapi pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Tanpa partisipasi masyarakat setiap kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19 akan gagal. Apapun bentuknya, partisipasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan setiap orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan cara melibatkan mereka dalam setiap kebijakan pemerintah. Kita berharap penyebaran Covid-19 dapat segera berakhir di bumi pertiwi ini.

*Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam