Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Bank Dunia Tolak Biayai Huntap Palu Jika Pakai AMDAL

Ferdinand Kanalo. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU- Sebagai pemberi pinjaman dana Rehabilitasi -Rekonstruksi (RR) pascabencana 2018 di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), Bank Dunia punya aturan main yang menjadi syarat penggunaan dana.

Misalnya dana RR untuk membangun Hunian Tetap (Huntap). Bank Dunia tidak akan membiayai hal itu jika diwajibkan Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Demikian penegasan Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulteng, Ferdinan Kana’lo untuk merespon munculnya desakan untuk melengkapi proses pembangunan Huntap dengan dokumen AMDAL.

“Bank Dunia sebagai pihak peminjam tak mau membiayai kegiatan yang membutuhkan Dokumen AMDAL. Yang namanya pinjaman dari pihak manapun itu tidak mau membiayai kegiatan yang membutuhkan Dokumen Amdal,”tegas Ferdinan Kana’lo, Selasa 28 April 2020 di ruang kerja Wali Kota Palu.

Namun begitu, Bank Dunia akan tetap bersedia membiayai program pembangunan Huntap jika syaratnya hanya sebatas pada dokumen UPL/UKL. Terlebih dampak lingkungan pada kegiatan pembangunan rumah hampir nihil.

“Sekali lagi yang namanya pinjaman,  termasuk Bank Dunia itu tidak akan membiayai kegiatan- kegiatan yang membutuhkan dokumen lingkungan yang levelnya harus AMDAL,” ungkapnya.

Menurut Ferdinan,  dalam rangka kebencanaan tanggap darurat, memang ada aturan tentang dokumen AMDAL. Akan tetapi pada level daerah, bupati atau wali kota diberi kewenangan untuk menentukan jenis dokumen lingkungan yang akan digunakan. Dengan catatan harus melewati penyaringan atau seleksi.

Makanya saat ini lanjut Ferdinan, Pemkot Palu telah menyusun UPL/UKL untuk pembangunan Huntap. Kewenangan itu dijalankan sesuai Surat Menteri PUPR yang menerangkan bahwa Wali kota dapat menetukan jenis dokumen lingkungan untuk pembangunan Huntap.

“Dasar itulah dilakukan  penandatanganan berita acara yang menegaskan bahwa pelaksaan kegiatan itu cukup dengan menggunakan UPL/UKL,”terangnya.

Ferdinan lebih jauh menyebut, pada prinsipnya dokumen AMDAL bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Namun jika dikaitkan dengan pembangunan Huntap dilahan tandus. Seperti pada lahan di Kelurahan Tondo dan Talise, maka hampir dipastikan tak ada lingkungan yang rusak.

“Mari buka wawasan. Makna Amdal tak lain bertujuan menjaga lingkungan. Pertanyaannya, membangun Huntap di lahan tandus, seperti Talise dan Tondo, itu lingkungan mananya yang dirusak? Disana tidak ada hutan yang kita bongkar. Ini bukan membangun perusahaan tambang, reaktor nuklir, dan sebagainya,” kata Ferdinan.

Justru ucap Ferdinan, dengan adanya kawasan Huntap di atas lahan tandus, maka lingkungan di lahan itu bisa jadi lebih lestari. Karena akan dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka hijau. Dan program penghijauan dengan menanam pohon di setiap halaman rumah.

“Ini berarti kita memperbaiki bukan merusak alam. Ingat, persoalan ini berkaitan dengan kemanusiaan. Ini  adalah tugas kita semua untuk mensejahterakan masyarakat sebagai mana UUD 1945,”demikian Ferdinan. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital