Minggu, 9 Agustus 2026

NTP di Sulteng Turun 1,11 Persen, Ini Penyebabnya

NTP Sulteng. Foto: BPS Sulteng

PALU EKSPRES, PALU- Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah selama periode April 2020 dengan menggunakan tahun dasar 2018 menunjukkan penurunan sebesar 1,11 persen, yakni dari 96,72 pada Maret 2020 menjadi 95,64 pada April 2020. Hal ini disebabkan penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,59 persen, sebaliknya indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,53 persen.
“Ini hasil pemantauan harga penjualan komoditas hasil pertanian di tingkat produsen, biaya produksi, dan konsumsi rumahtangga terhadap barang/jasa di wilayah perdesaan selama April 2020,” kata Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk melalui press reales yang diterima, Senin (4/5/2020).
Secara rinci disebutkan Dumangar, bahwa selama April 2020, indeks harga yang diterima petani tercatat 102,57 atau turun sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 103,18. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya indeks harga yang diterima petani (It) pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,42 persen, subsektor peternakan sebesar 0,25 persen, dan perikanan sebesar 1,90 persen. Sedangkan pada subsektor tanaman pangan dan subsektor hortikultura mengalami kenaikan indeks yang diterima petani masing-masing sebesar 2,59 persen dan 1,36 persen.
Untuk diketahui, indeks harga yang dibayar (Ib) petani dipengaruhi oleh komponen pengeluaran baik untuk konsumsi rumahtangga maupun fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Indeks harga yang dibayar petani selama April 2020 sebesar 107,25 atau naik 0,53 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret 2020 sebesar 106,68. Hal ini disebabkan oleh kenaikan Ib pada seluruh subsektor. Pada subsektor tanaman pangan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,48 persen, subsektor hortikultura naik sebesar 0,59 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,55 persen, subsektor peternakan naik sebesar 0,41 persen, dan subsektor perikanan naik sebesar 0,64 persen.
“NTP tertinggi terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 99,14 persen, sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 93,64 persen,” kata Dumangar. (fit/palu ekspres)

NTP Menurut Subsektor dan Perkembangannya, Maret-April 2020
Maret April Perubahan (%)

  1. Tanaman Pangan 97,09 99,14 2,11
  2. Hortikultura 94,61 95,34 0,77
  3. Tanaman Perkebunan Rakyat 96,49 93,64 -2,96
  4. Peternakan 96,10 95,46 -0,66
  5. Perikanan 99,63 97,12 -2,53

NTP Gabungan
a. NTP 96,72 95,64 -1,11
b. Indeks Harga Diterima Petani 103,18 102,57 -0,59
c. Indeks Harga Dibayar Petani 106,68 107,25 0,53
BPPBM : Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal
Tahun Dasar (2018=100)
Sumber BPS Sulteng

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital