Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

676 Calon Penerima Stimulan Lolu Selatan Selesai Verivali Rumah

Lurah Lolu Selatan, Sahdin berkoordinasi dengan TP4D dana stimulan perbaikan rumah, Selasa 12 Mei 2020. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU– Pemerintah Kelurahan Lolu Selatan Kecamatan Palu Timur terus mendukung percepatan penyaluran dana stimulan perbaikan rumah tahap 2 tahun 2020 di wilayah kerjanya.

Lurah Lolu Selatan, Sahdin menyebut, untuk memaksimalkan proses itu berjalan lancar, pihaknya setiap hari membangun komunikasi dengan koordinator Tim Pendamping Percepatan Pembangunan Perumahan Daerah (TP4D).

Memantau perkembangan hasil verifikasi dan validasi (Verivali) serta asessmen tingkat kerusakan rumah.

“Kami mengundang koordinator TP4 dan operator penginput data untuk memantau perkembangan hasil verifikasi dan validasi data serta asessmen tingkat kerusakan,”kata Sahdin, Senin 12 Mei 2020.

Menurut Sahdin, jumlah warga calon penerima dana stimulan di Kelurahan Lolu Selatan sebanyak 909 Kepala Keluarga (KK). Baik untuk kategori rusak berat, sedang dan ringan.

Berdasarkan data dari TP4D, sampai dengan Selasa 12 Mei 2020, sebanyak 676 unit rumah diantaranya telah selesai menjalani Verifali dan asessmen kebenaran tingkat kerusakan rumah.

Sedangkan sisanya yakni 233 unit rumah masih terus dilakukan verivali dan asessmen. Terkait adanya data penerima yang ganda, pemilik rumah tidak ditemukan, serta adanya ketidakabsahan pemilik rumah yang diajukan. Termasuk adanya nama yang telah masuk dalam penerima stimulan tahap 1.

“Belum verivali sebanyak 233 rumah. Termasuk yang ganda, nama pemilik tidak ditemukan, tersangkut dengan surat kepemilikan bangunan (Kontrak) serta nama penerima tahap 1,”jelas Sahdin.

Selanjutnya ujar terang Sahdin, dari 676 unit rumah yang terverivali, sebanyak 329 KK yang telah menerima buku rekening untuk pencairan dana stimulan.

“Dananya semua sudah ada dalam rekening tinggal mau dicairkan masing-masing,”tambahnya.

Namun demikian, untuk kategori rusak berat, dana stimulan yang sudah ada dalam rekening imbuhnya belum bisa langsung dicairkan. Karena warga masih harus membangun kesepakatan tentang pola Hunian yang akan dibangun dengan dana tersebut.

“Iya, rusak berat belum bisa langsung dicairkan karena ada beberapa persyaratan yang harus melalui Kesepakatan. Ini terkait pembangunannya. Tapi rusak sedang dan ringan boleh langsung dicairkan bila sudah menerima buku rekening,”pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital