PALU EKSPRES, PARIMO– Paris, perantau asal Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang menggeluti dunia musik selama kurang lebih 15 tahun di Jakarta. Ia sekian lama malang melintang di Jakarta dan telah merilis sejumlah singlenya. Kini putra Parigi Moutong itu mencoba pertama kalinya merilis lagu daerah Kaili yang diberi judul “Haja Nulara” (Keinginan Hati).
Oleh Paris, lagu daerah kaili ini sudah di-launching, Minggu malam (7/6/2020), berlangsung di salah satu warkop miliknya di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Paris, ia awalnya tak menyangka akan merilis lagu daerah Kaili tersebut.
” Awalnya tidak di sangka saya akan merislis single ini, pertama saya hanya konser bersama Oncy gitaris Ungu di Palu,” katanya.
Usai konser di Palu, ia melanjutkan perjalanan pulang ke Parigi. Rencananya waktu pulang ke Parigi hanya 1 minggu sekaligus mengunjungi dan silaturahmi bersama keluarga.
“Rencananya pulang Parigi hanya 1 mingggu untuk kunjungi keluarga, begitu rencana mau pulang tiba-tiba dengar kabar ada Covid-19 di Jakarta makanya saya bertahan dulu disini,” jelasnya.
Dijelaskannya, selama berada di Parigi bertemu dengan teman-teman lama. Dengan begitu dari teman memintanya untuk merilis lagu daerah Kaili. Sehingga tercipta 1 lagu daerah Kaili yang berjudul Haja Nulara.
“Setelah saya lama di Parigi dan bergabung bareng teman-teman main dan pergi mancing setiap hari minggu. Kemudian teman lainnya bilang sama saya coba buat lagu kaili mumpung lama di Parigi, dari situlah awalnya saya buat lagu daerah kaili, Haja Nulara,” jelas Paris.
Ia menambahkan, lagu daerah Kaili ini dibuat dalam musik pop modern. Kemudian lagu ini memurutnya, direspon baik oleh bigbos di Jakarta dan sudah di posting di youtube MSI record.
“Setelah di posting, dan Alhamdulillah diterimalah lagu kaili Haja Nulara ini di MSI record di Jakarta. Dan baru kali ini lagu kaili masuk label,” katanya.
Ia berharap, ke depannya tetap berkarya dan terus membuat lagu-lagu daerah Kaili guna membawa nama Sulawesi Tengah khususnya Parigi Moutong.
“Daripada santai lebih baik kita menulis lagu, hingga akhirnya kita bisa menulis lagu yang bagus. Bagaimana caranya lagu daerah Kaili maju di luar sana, masa lagu Jawa bisa buming, lagu Kaili tidak bisa. Makanya saya rilis lagu kaili pop modern,” kata Paris.
Dalam lagunya Paris terlihat juga lebih menyajikan musik yang enak didengar, sehingga lagu-lagunya menjadi tren dikalangan anak-anak muda. (asw/palu ekspres)
Launching Haja Nulara, Lagu Kaili Tembus Musik Nasional





