Kamis, 22 Oktober 2026
Palu  

Ikan Tuna Sulteng Menembus Pasar Jepang

Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate menghadiri ekspor perdana ikan tuna Sulteng ke negara Jepang. Foto: Kia/PE

PALU EKSPRES, PALU– Butuh puluhan tahun bagi ikan tuna (yelowfin) asal Sulteng untuk menembus pasar Jepang secara langsung. Walau volume ekspornya tergolong kecil 600 kilogram lebih, namun ini adalah torehan penting bagi Sulteng untuk mencatatkan diri sebagai salah satu pemain di komoditi ini pada hari-hari mendatang.
Selama ini, ikan tuna asal Sulteng, yang menembus pasar dunia masih dilakukan oleh eksportir di Makassar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Arief Latjuba, mengatakan hal ini saat melepas ekspor perdana ikan tuna ke Jepang, di Bandar Mutiara Palu, Jumat 11 Juni 2020. Arif pantas berbangga. Dengan ekspor langsung yang dirintis oleh PT Arumia Kharisma Indonesia akan memberikan nilai tambah ekonomi yang tinggi bagi nelayan.

PT Arumia Kharisma Indonesia dengan didukung penuh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan akan membeli langsung ikan tuna milik nelayan. Dan kemudian dilakukan ekspor secara langsung. Selama ini ikan tuna dikumpulkan oleh pengepul, di bawah ke daerah tetangga untuk selanjutnya diekspor ke negara tujuan.

Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate pada kesempatan tersebut mengapresiasi langkah PT Arumia Kharisma Indonesia, karena langkah ini memberikan untung berlipat bagi nelayan di Sulawesi Tengah. Pemerintah katanya akan memberikan dukungan sepenuhnya, termasuk memberikan kemudahan bagi swasta untuk melakukan ekploitasi sumber daya laut yang potensinya masih sangat besar. Diakui Hidayat, ekspor perdana masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Termasuk yang dioptimalkan adalah koordinasi dengan instansi terkait khususnya Bea Cukai.

Tapi harapan terbesar dari ekspor ini adalah, memberikan nilai tambah secara ekonomi kepada masyarakat nelayan. ”Karena itu kita berharap ekspor ini terus berlanjut karena potensinya tersedia besar di perairan kita,” ungkapnya.

Arief Latjuba menjelaskan, secara umum ikan tuna masih disuplai dari Pasar Pelelangan Ikan (PPI) Donggala. Berdasar data yang dinukil dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, total produksi ikan tuna yang didaratkan di PPI Donggala pada 2019, sebesar 276.564 kilogram. Dari jumlah tersebut, yang memenuhi kualifikasi ekspor sebesar 247.884 kilogram atau 89,62 persen. Sisanya sebesar 28.680 kilogram atau 10,37 persen dijual untuk pasar domestik. Pasar ikan tuna dunia seperti Jepang, menetapkan syarat yang ketat untuk bisa diterima pasar di negara itu. Salah satunya, bobot ikan tuna harus di atas 20 kilogram.

MASA DEPAN SULTENG ADA DI LAUT

Upaya pemerintah untuk memaksimalkan ekspor ikan tuna ke pasar Jepang, bakal menjadikan sektor ini menjadi kontributor signifikan bagi perekonomian Sulteng. Beberapa tahun terakhir ini, sumbangan sektor perikanan pada produk domestik regional bruto (PDRB) Sulteng cukup tinggi.

Ahlis Djirimu Dosen Fakultasi Ekonomi Universita Tadulako, mengungkapkan, selama periode 2015 – 2019, produksi sub sektor perikanan berdasarkan PDRB meningkat dari Rp6.471.894 juta di tahun 2015 menjdi Rp 9.782.243 juta pada tahun 2019. Atau rata-rata meningkat sebesar 10,88 persen. Peningkatan ini dinilainya sangat potensial, mengingat sektor perikanan masih sangat besar.

Namun, kontribusi sub sektor ini selama periode tersebut hanya 5,86 persen dalam perekenomian Sulteng. Walau demikian, melihat besarnya potensi perikanan, Ahlis menyebut masa depan Sulteng ada di laut.
Pasalnya, Sulteng menjadi satu satunya provinsi di Indonesia yang punya empat wilayah Pengolahan Perikanan (WPP) yaitu WPP Selat Makassar, Laut Sulawesi, WPP Teluk Tomini dan WPP Teluk Tolo serta WPP Perairan Halmahera Bagian Barat di kepala burung Kabupaten Banggai.

Selanjutnya Ahlis menyebut masih ada kendala besar di sub sektor ini. Antara lain alat tangkap nelayan rata-rata hanya 3 – 6 gross ton. Belum bisa bersaing dengan nelayan daerah tetangga. Kemudian ikan sering menjadi penyumbang kenaikan harga-harga bahan makanan di Sulteng. Ini karena belum terpenuhinya kebutuhan di sulteng dan masih dijual ke daerah lain. Selanjutnya, Tim Ahli Kemenkeu ini menyebut, value addednya (nilai tambah) masih dinikmati orang industri di daerah lain.

Lebih jauh ia menyebut, saat ini ada sekitar 14.623 kepala keluarga nelayan tangkap dan 2.521 kepala keluarga nelayan budi daya yang miskin. Atau 18.873 jiwa nelayan perikanan tangkap miskin dan 4.997 jiwa nelayan budidaya miskin. Itu berarti totalnya ada 23.870 jiwa nelayan miskin. Jumalah ini mempresentasikan 7,04 persen dari 410.360 penduduk miskin di Sulteng dengan konsentrasi terbanyak di Parimo, Donggala Tolitoli, Touna, Bangkep, Morowali dan Banggai serta Morowali Utara. (kia/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam