Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Wali Kota Palu Usulkan Bukit Salena Sebagai Kawasan Ecotourism

Wali Kota Palu Hidayat dalam rapat uji konsistensi revisi RTRW Sulteng bersama Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Senin 20 Juli 2020 di Jakarta. Foto: Humas Pemkot Palu.

PALU EKSPRES, PALU– Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, menggelar rapat bersama Wali Kota Palu dalam rangka uji konsistensi penelitian terpadu perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dalam revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tengah Senin, 20 Juli 2020 di Jakarta.

Wali Kota Hidayat dalam presentasenya menjelaskan sejumlah usulan terkait pemanfaatan sejumlah kawasan hutan di Kota Palu. Seperti perbukitan Salena di Kelurahan Buluri.

Dia mengatakan, pascabencana alam 2018, Kota Palu membutuhkan ruang dan kawasan baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengelolaan sumber daya alam.

“Tentunya sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomis dan pengembangan kewilayahan berdasarkan pembangunan empat dimensi ruang kawasan antara lain dimensi teluk, sungai, bukit dan dimensi gunung,” ungkapnya.

Salah satu kawasan yang diusulkan Pemerintah kota Palu adalah Bukit Salena di kelurahan Buluri untuk pengembangan ecotourism yang mendukung pengembangan ekonomi micro di kota Palu.

Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK RI, menggelar rapat bersama Wali Kota Palu dalam rangka uji konsistensi penelitian terpadu perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dalam revisi RTRW Provinsi Sulteng Senin (20/7/2020) di Jakarta. Foto: istimewa

Selain itu juga sebagai penyangga hutan lindung yang semakin tergerus oleh pertambangan Galian C, apalagi lokasi Salena telah memiliki masterplan dan sudah ada dalam alokasi APBD dan RPJMD.

Tak hanya Salena, Pemerintah kota Palu juga sementara mengembangkan kawasan ecotourism Uwentumbu dan Taman Hutan Kota Kaombona serta akan membuka kawasan agrowisata pertanian di kecamatan Palu Utara dan Tawaeli sebagai destinasi wisata alam. (**/mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital