Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Wagub Sulteng: Kenyang Tidak Harus dengan Makan Nasi

TAK HARUS NASI - Sumber karbohidrat selain nasi/beras yang bisa dikonsumsi Wagub Palabi pada pameran keberagaman pangan, pekan lalu. Foto: Humas

PALU EKSPRES, PALU – Indonesia memiliki berbagai sumber karbohidrat selain nasi/beras yang bisa dikonsumsi, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar dan sagu sebagai makanan pokok sehari-hari. Berangkat dari sana, Kementerian Pertanian mencanangkan Gerakan Diversifikasi Ekspose UMKM Pangan Lokal dan Buah Nusantara Tahun 2020 secara serentak pekan lalu, yang ditayangkan virtual ke seluruh daerah.

Wakil Gubernur Sulteng Rusli Dg. Palabbi, SH, secara virtual berharap gerakan dapat mempromosikan sumber karbohidrat berbasis pangan lokal. Wagub yakin di balik konsumsi pangan lokal yang beragam, terdapat asupan gizi yang cukup guna meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

Kemudian agar usaha pangan lokal lebih berkembang, Ia minta OPD pangan terus memberi pendampingan intensif ke pelaku usaha pangan lokal dan buah di Sulteng. Ia juga menghimbau supaya mengonsumsi pangan lokal minimal satu hari dalam seminggu.

Termasuk mengharap partisipasi asosiasi perhotelan menyajikan menu pangan lokal di setiap hotel. “Semoga Kita semua sehat bahagia dengan pangan lokal karena kenyang tidak harus dengan makan nasi,” tutur Wagub saat mengikuti kegiatan di Kantor Dinas Pangan Sulteng.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat itu menyatakan pertanian adalah solusi yang pasti dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Tidak ada orang di dunia yang tidak butuh makan dan tidak butuh pertanian,” tandas mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2 periode itu. Olehnya, Ia mendorong masyarakat melakukan pertanian di rumah masing-masing. “Pertanian ada di depan mata Kita. Ada tanah, ada matahari, ada air, pasti pertanian bisa dilakukan,” dorongnya. Pencanangan gerakan ditandai penandatanganan MoU Lumbung Pangan Masyarakat antara Badan Ketahanan Pangan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Di Sulteng sendiri, Dinas Pangan selaku panitia acara turut melaksanakan pameran UMKM pangan lokal dan buah, sarapan sehat pangan lokal dan talkshow. Nampak menghadiri acara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Ir. B. Elim Somba, M.Sc, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir. Trie Iriany Lamakampali, MM, Kepala BI Perwakilan Sulteng, Akademisi Dr. Ir. Muh. Nur Sangadji, DEA dan pejabat terkait. (humas)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital