Minggu, 20 September 2026
Palu  

Jangan Khawatir, Dunia Jurnalis Tetap Ada di Masa Depan

Ignatius Haryanto. Foto: Tangkapan google meeting

“Saya percaya pada saat yang sama media bisa membodohi masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga media bisa mencerdaskan masyarakat. Tinggal pilihannya ada pada media tersebut. Mana yang mau ia pilih.” (Ignatius Haryanto, peneliti media dan pengajar jurnalistik Univ Multimedia Nusantara)

Anita Anggriany Amier, Pimred Palu Ekpres

Teknologi mengubah media. Kurun satu dekade  terjadi revolusi di industri media. Dari koran menjadi media digital yang menggunakan internet, murah, mudah hanya dalam satu genggaman. Muncul platform media digital, google, facebook, media sosial seperti twitter, Instagram, dan facebook.

Lalu informasi berseliweran dengan mudah tak lagi harus dari wartawan yang melaporkan ke media konvensional koran, radio dan televisi. Kini konsumen, publik dapat langsung mereportasekan sebuah peristiwa melalui media sosial. Meskipun belum terklarifikasi dan belum jelas narasumbernya.

AA Ari Wibowo dari Lembaga Pers DR Soetomo mengatakan kini ada Adagium bahwa saat ini penonton berfungsi sekaligus sebagai narasumber.

Bagaimana nasib media konvensional dan wartawan di masa depan? Dua narasumber dalam Virtual Class yaitu Alfito Deannova, Pemimpin Redaksi Detik.com dan Ignatius Haryanto, peneliti media dan dosen jurnalistik di Universitas Multimedia Nusantara meyakini dunia jurnalistik dan wartawan tetap akan hidup. Hanya yang tak terhindar adalah berubahnya platform media.

“Jurnalistik akan selalu ada meskipun formatnya berbeda,” tandas Ignatius Haryanto, pemateri pada Virtual Class bertema  Menimbang Masa Depan Pencipta Konten Dalam Revolusi Digital yang diselenggarakan Lembaga Pers Dr Soetomo Jumat, 11 September 2020 secara daring.

Sebab banyak yang membedakan kerja jurnalistik dan publik. Di antaranya adanya  etika jurnalistik, kerja jurnalistik yang mendalam dalam mengelola konten. Meskipun tak terelakkan  jurnalistik pun harus berkembang mengikuti perubahan jaman.

Masalah lain, sebab banyak media digital saat ini, yang mengabaikan akurasi. “Sering terjadi informasi yang cepat disampaikan, dan cepat juga diralat. Dan seringkali dengan membuang atau menghilangkan link sebelumnya, dan tanpa ada permintaan maaf atau penjelasan kepada publik mengapa ada perbedaan yang terjadi,” ujar Haryanto.

Maka pemberitaan jurnalistik itu dibutuhkan untuk mengkonfirmasi kebenaran dan kedalaman sebuah berita .

Alfito Deannova

Alfito menambahkan jurnalistik akan terus hidup sepanjang memberikan nilai tambah bagi publik dengan menyajikan berita yang akurat dan mendalam. “Sepanjang publik mendapatkan tambahan lebih dari jurnalistik, maka jurnalistik akan tetap hidup,” kata Alfito lagi. 

Keduanya sepakat selain menjaga kode etik jurnalistik, penting bagi jurnalistik untuk terus mengikuti perubahan jaman. Keduanya mencontohkan tentang New York Times yang semakin berkembang bahkan setelah berubah platform dari koran cetak menjadi digital. Bahkan kini menurut Alfito NY Times pun memiliki berita dalam bentuk video. Apalagi kata Fito, Indonesia yang kecenderungan warganya tak suka membaca, maka media video menjadi yang paling disukai.

Alfito mengatakan dimana saat ini platform media berkembang, maka jurnalis pun bisa memanfaatkan perkembangan media itu dengan berlatarbelakang ilmu jurnalistik mereka. “ Seorang wartawan bahkan bisa menjadi media itu sendiri. Misalnya dengan keilmuannya sebagai jurnalis itu dia membuat podcast tentang berita-berita yang dibutuhkan publik,” tandas Alfito. 

Satu persoalan yang terjadi pada media digital, dimana media menjadi penyembah dewa yang bernama traffic.  Ini membuat pembaca tak nyaman.

“Sebuah artikel pendek ditulis dalam sepuluh alinea dipecah menjadi 5 halaman. Sungguh mengesalkan,” tandas Heryanto.

Belum lagi dengan judul-judul “clickbait” yang mengesalkan. Contoh

  • “Nah ini dia rahasia untuk tetap cantik ala …..”
    • Sepuluh tips untuk bisa diterima kerja
    • Artis ini kini berhijab, ini komentar teman dekatnya …

Apadaya traffic adalah uang. Semakin banyak kliker terhadap satu berita artinya nilai uang bertambah.

Meskipun demikian, tak disangkal media digital masih belum bisa diandalkan untuk “dijual”.  Ketika publik mengakses internet dan berita dengan gratis, maka sulit untuk menjual media digital kepada pelanggan.

Hanya ada beberapa media digital yang memiliki pasar yang bagus, dimana publik mau berlangganan. Menurut Alfito, media digital bisa menjual bila memiliki konten yang menarik dan sangat dibutuhkan oleh publik.

Jadi, kedua praktisi media ini meyakinkan mahasiswa jurnalistik untuk tidak khawatir terhadap masa depan. Sebab ilmu jurnalistik masih akan tetap tumbuh di masa depan. Hanya berubah bentuk. AA Ari Wibowo, yang menjadi moderator menutup virtual class itu dengan pernyataan bahwa jurnalistik harus dirawat. Karena Jurnalistik merepresentasikan kebutuhan publik dan menjaga demokrasi tetap berlangsung dalam negara. (***)  

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam