Jumat, 18 September 2026
Palu  

50 Pelaku UMK Ikuti Bimtek Fasilitasi Sertifikat Halal

Kakanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke. Foto: Humas Kemenag

PALU EKSPRES, PALU– Sertifikasi Halal telah menjadi kewajiban bagi pelaku usaha sejak 17 Oktober 2019, yakni setelah lima tahun diundangkan di tahun 2014. Kemenag Sulteng terus mengarahkan pelaku usaha untuk memiliki sertifikasi halal bagi produk usahanya. Hal ini juga diwujudkan dalam pelaksanaan Bimtek Pembinaan Jaminan Produk Halal bagi Pelaku UMK (Usaha Mikro dan Kecil) fasilitasi sertifikat halal di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sulteng, H. Rusman Langke di aula Kanwil Kemenag Sulteng, Senin (5/10/2020). Bimtek berlangsung dengan tatap muka secara langsung dan pertemuan daring dengan pejabat BPJPH di Jakarta.
Bimtek diikuti lima puluh orang peserta yang merupakan pelaku UMK yang akan memperoleh fasilitasi sertifikat halal dari alokasi anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI tahun 2020. Para peserta berasal dari tiga kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah yakni, Kabupaten Sigi sebanyak 10 UMK, Kabupaten Donggala 10 UMK dan Kota Palu 30 pelaku UMK.
“Saya berterima kasih kepada pihak BPJPH yang telah mempercayakan Sulawesi Tengah sebagai satu diantara dua puluh provinsi yang memperoleh alokasi fasilitasi sertifikat halal tahun 2020,” kata Kakanwil Kemenag Sulteng.
Oleh karena itu, kakanwil berpesan kepada peserta bimtek agar serius mengikuti kegiatan ini dan merespon segala hal yang dibutuhkan dalam memperlancar proses penerbitan sertifikat halal.
Melalui bimtek ini kakanwil mengharapkan para pelaku UMK mendapatkan tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang jaminan produk halal, serta tata cara sertifikasi halal bagi pelaku UMK yang mendapat fasilitasi dari pemerintah.
Dalam materi berjudul peran Kanwil Kemenag Sulteng dalam percepatan sertifikasi halal, Kakanwil memaparkan beberapa kondisi objektif yang perlu diantisipasi agar terjadi percepatan sertifikasi halal. Menurutnya, keterlibatan Pemda dan OPD terkait seperti Dinas Perindag dan Dinas Koperasi dan UKM dalam memfasilitasi pembiayaaan sertifikasi halal bagi Usaha Mikro dan Kecil masih perlu ditingkatkan.
Demikian halnya kesadaran Pelaku Usaha mendaftarkan sertifikat halal secara mandiri terhadap produk usahanya relatif masih rendah. Hal lain yang juga masih menjadi kendala adalah keterbatasan SDM auditor halal di Sulteng. “Saat ini personil LPH (LPPOM-MUI) yang aktif bertugas melakukan audit halal sebanyak empat orang,” tuturnya.
Selain Kakanwil, sejumlah narasumber baik pusat dan daerah turut menyampaikan materi. Mereka antara lain Kabid Pengawasan JPH, Harjo Suwito, Wakil Direktur LPPOM-MUI Sulteng Tamrin dan Ketua Satgas Layanan Halal Daerah Sulteng, Sofyan Arsyad. Kegiatan bimtek diakhiri dengan entry data berkas beberapa pelaku usaha secara online pada aplikasi si halal oleh operator Satgas Daerah, Sarlian.
Peserta antusias bertanya kepada pemateri, utamanya pada sesi cara memilih bahan dan konsistensi dalam proses produksi halal yang disampaikan oleh pengurus LPPOM-MUI.
Beberapa peserta menyatakan turut bersyukur bisa memperoleh kesempatan fasilitasi sertifikat halal secara gratis. Selain itu, diakui bahwa bimtek tersebut telah membuka wawasan tentang pentingnya sertifikat halal di era persaingan usaha dan global saat ini. (humas kemenag)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam