Jumat, 18 September 2026

La Premiere Voyage

(Menulis di Antara Awan dan  Ombak).

Oleh : Muhd Nur Sangadji (muhdrezas@yahoo.com)

BAGIAN 1.

Desember 2019, itulah saat terakhir saya naik pesawat. Waktu itu, terbang dari Jakarta ke Palu. Usai hadiri rakornas BNPT dan FKPT se Indonesia. Tidak terfikir, sesudahnya perjalanan terhalang. Covid 19, penyebabnya.

Hari ini, setelah delapan bulan, saya baharu naik pesawat lagi untuk yang pertama kalinya di masa pandemi. Sebab itu, saya kasih judul : “La premier voyage, the first traveling”. Tujuannya Luwuk. Kemudian, Taliabu dengan kapal laut.

Artikel ini saya mulakan di pesawat. Di antara awan. Sampai di kalimat ini, pesawat  persis berada di atas bandara Ampana. Tertatap dari kejauhan, deretan kepulauan Togean. Pulau pariwisata dalam bingkai segi tiga terumbu karang dunia (the golden triangle corral reef). Saya berhutang akademik di sini. Karena di tempat inilah, disertasi ku lahir.

Sesaat kemudian, ada komando dari ruang kemudi. “Flight attendants, preparing for Arrival”. Artinya, tidak lama lagi pesawat akan mendarat. Perasaan agak lega. Karena kabarnya, satu jam lagi, kapal laut akan bertolak. Sejumlah mahasiswa asal Taliabu sudah menunggu. Mereka yang akan mengawal hingga Bobong. Ibu kota Taliabu.

***

Perjalanan ini adalah gawean anak-anak mahasiswa ini. Mereka merangkai ivent untuk hari kemerdekaan. Diangkatlah tema menarik. Merajut Keberagaman untuk Kemerdekaan yang Sesungguhnya. Tema yang sangat relevant untuk kebutuhan Indonesia saat ini. Ada juga agenda pararel bersama pemda dan tausyiah tahun baru hijriyah serta ceramah di SMA dan SMK.

Kalau mau jujur. Perjalanan ini cukup mengkuatirkan untuk beberapa alasan. Pertama, covid 19 belum reda. Kedua, jarak dan medan tempuh. Udara, darat dan laut. Namun, ada imbangan dorongan. Satu,  tantangan pembinaan bagi generasi muda. Dua, janji yang pernah terlontar ketika beri orasi saat pelantikan mereka di Palu. Tiga, ini kategori daerah terluar Indonesia yang belum pernah saya kunjungi.

Maka, saya bilang dalam hati ku. “This traveling is my adventure”.

***

Tulisan ini saya lanjutkan di atas kapal. Di antara deru mesin, angin malam dan deburan ombak. Sesekali ada goncangan. Tumbukan ombak ke badan kapal. Saya menjaga keseimbangan. Antara berfikir dan melawan rasa ngantuk. Mahasiswa yang menemani, sudah tertidur pulas. Dia Masidin, mahasiswa baru di Tompotika Luwuk. Sebelumnya, putus kuliah di Fakultas Teknik Unkhair.  Dikisahkan perjalanan hidupnya yang penuh pilu. Andaikan di Palu, telah saya ajak tinggal di rumah saja.

Jam sudah menunjukan pukul 01.43 Wita. Koneksi internet sudah putus. Itu artinya, kapal telah ada di laut lepas. Sekitar lima jam lagi baru tiba pelabuhan Bobong. Ombak mengayunkan kapal agak kencang. Ku lihat di dinding ada satu pelampung. Sementara, kami berdua di kamar ini. Mengapa hanya satu.? Itu untuk ABK. Ini kamar mereka yang disewakan. Untung, saya juga bawa jaket  pelampung cadangan. Sekedar iktiar. Masih tersimpan di dalam kopor. Semoga tidak bermasalah.

***

Saya terbangun ketika Jam menunjukan pukul 03.35. Goyangan kapal kian kencang. Saya puyeng. Padahal, kalau tidak sekolah. Saya ini adalah nelayan. Setengah hidup ku saat SD sampai SMA, ada di laut. Saya pernah ikut memburu ikan tuna di laut lepas. Ombaknya setinggi 10 meteran. Tapi, kali ini saya pusing. Barangkali, lantaran sambil menulis catatan ini di atas ombak.

Saya putuskan berhenti menulis. Lantas, buka WA satu-persatu. Ada kiriman tengah malam dari Kasrem Tadulako. Ajakan shalat Tahajud. Beliau ini tentara yang ibadahnya mengagumkan saya. Satu waktu kami ada acara dengan pak Gubernur. Beliau pamit kepada saya dan Prof Djuraid untuk shalat zuhur. Sedangkan, kami tetap hadapi nasi kotak. Padahal kami berdua adalah penceramah. Saya bilang ke Prof Djuraid, lanjutkan. Masih ada teman kita, ustadz Muhtaddin dari MUI. Lalu, kami percepat santapnya, kemudian bertiga pergi shalat.

Jam telah menunjukan pukul 6.30 pagi. Kapal merapat ke palabuhan Bobong. Disambut guyuran hujan deras sekali. Sedikit lagi, saya turun dari kapal. Injakan pertama di pulau yang namanya telah terpahat di memori ku sejak kecil. Kultur leluhur orang Tidore waktu menginjak tanah untuk pertama kali. Ada upacara “joko hale” (injak tanah). Itu pun baru saya tahu saat menemani ilmuan asing waktu seminar international di Universitas Khairun beberapa waktu lalu.

***

Dari pulau Taliabu ini, saya menyaksikan gelondongan kayu berukuran raksasa dibawa pergi. Tongkang dan kapal jepang mengangkutnya. Sering berlabuh lebih dahulu di pelabuhan Ternate. Sejak tahun 1970 an itu, saya telah mengenal nama PT Pantunggal dan PT Barito. Dua perusahaan kayu yang menggarap halmahera dan sekitar.

Tahun 2004, saat bekerja untuk UNDP, saya bilang dengan nada tanya kepada Gubernur Maluku Utara bersama pak Rohmin Dahuri. Harta bumi Halmahera dikeruk sejak lama. Semuanya untuk siapa..? Rakyat dan pemerintah daerah, pusat serta negara mendapat apa dan berapa..? Pertanyaan yang masih tetap relevant ditanyakan ulang, untuk setiap explorasi SDA di seantero negeri Indonesia saat ini. (BERSAMBUNG)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam