Jumat, 18 September 2026
Opini  

Menemukan Metode Pembelajaran Alquran yang Efektif bagi Mahasiswa

Susi Susilawati,  SHI, MH (Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako)

Di tahun 2015, sebuah penelitian dilakukan di Universitas Tadulako oleh  Susi Susilawati dan Ayub Mubarak. Ke duanya dosen mata kuliah hukum Islam di Fakultas Hukum universitas tersebut. Penelitian itu terkait tingkat kemampuan membaca Alqu’an mahasiswa. Obyek utamanya, mahasiswa Muslim tingkat awal. Hasilnya mengejutkan. Kemampuan membaca Alquran mahasiswa Universitas Tadulako terbilang rendah. Terdapat lebih dari 50 % mahasiswa yang tidak dapat membaca Alquran.

Fakta ini tentu sangat memprihatinkan. Dibutuhkan langkah segera untuk mengatasinya. Kegiatan pemberantasan buta aksara Alquran bagi mahasiswa menjadi keniscayaan. Namun langkah itu tidak dapat dilakukan hanya secara parsial. Tidak pula sekedar insidentil, namun harus diselenggarakan secara terpadu dan berkesinambungan. Dilengkapi pula dengan metode pembelajaran yang tepat.

Hasil penelitian itu kemudian menjadi titik tolak lanjutan bagi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Di tahun 2020 ini. Pada Fakultas Hukum Universitas yang sama. Pengabdian dimaksud diorientasikan pada upaya peningkatan kemampuan membaca Alquran mahasiswa.

Tiga  dosen di lingkungan Fakultas Hukum Universiras Tadulako menjadi tim utama pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ke tiganya juga dosen pengajar mata kuliah Pendikan Agama Islam di beberapa fakultas. Ke tiga tim pengabdi  itu dibantu pula oleh dua orang mahasiswa. Total jumlah tim 5 orang. Hanya saja jumlah ini sangatlah tidak memadai. Itu bila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa baru Universitas Tadulako.

Di tahun 2020 ini, Universitas Tadulako menerima lebih dari 8000 orang mahasiswa baru di semua Fakultas. 6000 orang lebih di antaranya beragama Islam. Survey sederhana yang dilakukan, mengonfirmasi validitas hasil  penelitian tahun 2015. Terdapat lebih dari 50 persen jumlah mahasiswa yang tidak dapat membaca Alquran. Di berbagai kelas yang dilakukan survey oleh Tim Pengabdi. Hanya untuk fakultas hukum saja. Itu artinya terdapat lebih dari 1000 orang mahasiswa baru Universitas Tadulako tahun 2020 yang tidak bisa membaca Alquran. Jumlah yang tentu sangat timpang. Bila dibandingkan  dengan personalia tim pengabdi yang hanya 5 orang. Tentu hal yang  mustahil jumlah tersebut dapat dijangkau seluruhnya. Dengan jumlah dan kapasitas tim yang sangat terbatas.

Mengingat keterbatasan itu, tim kemudian memutuskan menjalin kerjasama dengan mitra. Pilihan lalu jatuh pada MPM, Mahasiswa Pencinta Musala. Ini sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi. Di Fakultas Hukum Universitas Tadulako, MPM memang menjadi mitra stategis yang tepat. Bukan saja karena organisasi ini memiliki program pemberantasan buta aksara Alquran bagi mahasiswa. Tapi juga MPM ternyata mengalami kendala metodologis. MPM mengeluhkan soal metode efektif pembelajaran Alquran bagi sesama  mahasiswa. Kendala metodik ini diperparah dengan kurangnya minat mahasiswa untuk mengikuti program yang ditawarkan MPM.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama dua hari. Tanggal 24 dan 25 Agustus 2020. Melibatkan 5 orang Tim Pengabdi dan 30 orang aktivis divisi dakwah MPM. Bertempat di Masjid Darul Hikmah Tondo. Kegiatan selama dua hari itu berfokus pada satu hal; menemukan metode pembelajaran Alquran yang efektif untuk mahasiswa. Fokus ini begitu penting. Sebab akan menjadi kunci penentu kiat, strategi dan penggugah minat dalam pembelajaran Alquran. Tidak saja bagi anggota MPM. Tapi juga bagi mahasiswa pada umumnya. Upaya menggugah minat ini juga tak kalah pentingnya. Terutama bila merujuk pada  faktor penyebab keengganan mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran Alquran.

Terdapat tiga faktor penyebab enggannya mahasiswa mengikuti pembelajaran Alquran. Pertama, faktor  psikologis. Berwujud rasa malu mengikuti pembelajaran Alquran yang pengajarnya sesama mahasiswa. Kedua,  faktor metode. Berupa metode pembelajaran Alquran yang tidak tepat untuk segmen mahasiswa. Ketiga, faktor timing. Faktor ini lebih pada tidak sinkronnya waktu pembelajaran Alquran dengan jadwal perkuliahan.

Mempertimbangkan ketiga faktor itu, maka kegiatan pengabdian ini direalisasikan dalam bentuk pelatihan. Materinya seputar metode pembelajaran Alquran yang tepat guna lagi efektif bagi mahasiswa. Untuk itu, ditawarkan tiga metode; metode iqra’, metode qira’ah, dan metode tahsin. Selama dua hari kegiatan, ketiga metode inilah yang dieksplor tim pengabdi bersama 30 orang peserta. Mulai dari metode Qira’ah di hari pertama, hingga  metode Iqra, dan Tahsin di hari kedua.

Secara keseluruhan, proses pelatihan dilaksanakan dalam 4 tahapan prosedur kerja; tahap pengenalan konsep, tahap pelatihan, tahap problem solving, dan tahap pembinaan.

Tahap pertama, diawali dengan pemaparan tentang konsepsi metode qiraah. Terutama terkait tentang kunci dasar metode ini. Secara konseptual, ada 4 kunci dasar metode yang. Meliputi; menguasai penyebutan huruf hijaiah, menguasai tanda-tanda baca, menguasai bentuk perubahan huruf, dan menguasai ilmu tajwid.

Sesudah tahap pengenalan konsep, lalu dilanjutkan dengan tahap pelatihan. Di tahap ini, mitra atau peserta dilatih tentang teknik pembelajaran Alquran yang baik, benar, lagi menyenangkan. Khususnya dengan mengamalkan prinsip 5D; dipahami, ditunjuk, dibaca, diperlancar, dan dipercepat. Tahap pelatihan kemudian diikuti oleh tahap problem solving. Tahapan ini menjadi semacam brainstorming tentang beragam kendala dalam pembelajaran Alquran yang dihadapi mitra. Kemudian memberikan solusi baik metodik maupun kasuistik.

Terakhir tahap pembinaan. Tahap ini menjadi muara praksis dari keseluruhan prosedur kerja kegiatan pengabdian ini. Di sini semua rangkaian proses pada tahap sebelumnya dipraktikkan oleh mitra. Praktiknya melalui proses pembelajaran Alquran kepada mahasiswa. Tentu saja dengan menerapkan metode yang telah dipelajari melalui tahap-tahap sebelumnya. Tim pengabdi tetap berperan penting selama pelaksanaan tahap ini. Tidak saja untuk memantau. Tapi sekaligus juga untuk melakukan evaluasi secara on going terhadap pelaksanaan pembinaan. Pelaksanaan seluruh tahapan ini, akan mendefenitifkan penemuan metode pembelajaran Alquran yang paling efektif bagi mahasiswa. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam