Sabtu, 29 Agustus 2026
Opini  

Membela Pohon, Kami Kalah

NUR sangadji
Nur Sang Adji. Foto: Dok

Oleh   Muhd Nur Sangadji

Ketika berderet pepohonan dirobohkan di kampus ku, Saya turut berkeberatan keras. Tapi, kami kalah. Keberatan karena tidak mudah kami yang menanamnya. Hampir tidak ada di dunia ini, mahasiswa pergi ke kampus dengan membawa cerigen berisi air. Kecuali mahasiswa Tadulako. Tujuannya untuk menyiram tanaman. Kala itu, tahun 1984 an. Di kiri kanan, yang ada cuma dominasi tumbuhan kaktus (opuntia monacantha).

Itu, karena negeri ini gersang, berkategori terkering dan terpanas di Indonesia, selain Kupang NTT. Lebih berbahaya, karena topografinya berbentuk lembah. Bayangkan, habitat manusia di sebuah lembah dengan curah hujan rendah dan dengan sinar matahari atau temperatur tinggi. Ditambah akumulasi karbon monoksida dari kenderaan bermotor yang terus berduplikasi jumlahnya. Kita sedang hidup di bejana beracun. Sayang kepekaan tidak hadir.

Kali yang lain, saya menemukan sekelompok pekerja menggali satu pohon untuk ditumbangkan. Pohonnya cukup besar dan berbunga indah kemerahan. Tidak banyak pohon jenis ini ada di Palu. Boleh dikategorikan langka.

Orang yang menyuruh tebang adalah pemilik rumah. Saya datangi pemiliknya dan bertanya. Tanah  tempat pohon ini tumbuh, milik siapa ? Apakah beliau yang menanam pohon ini ? Kedua pertanyaan itu, dijawab “tidak”. Maka, saya minta dihentikan. Syukurlah mereka patuhi. Tapi, beberapa minggu kemudian, pohon itu kering dan mati. Dugaan saya, dasuntik atau disiram herbisida.

***

Pagi itu, tanggal 10 Oktober 2020, Saya menemukan di Jalan Kartini Palu. Berderet pohon penghijauan yang ditanam dengan susah payah puluhan tahun lalu. Habis dalam hitungan jam. Ada yang bilang untuk drainase. Ada pula dengan alasan  pelebaran jalan. Juga, untuk penerangan.

Dapat kabar, masih ada ruas Jalan lain yang jadi korban berikutnya.Sebelumnya, banyak pohon rindang dan kokoh lainnya sudah ditumbangkan oleh aksi ini. Jalan Setia Budi dan Jalan Tamrin sebagai contoh. Juga, di samping Universitas Tadulako.

Kita biarkan orang menebang pohon seenak maunya. Padahal, kita punya Perda untuk mencegahnya. Lantas, sekarang, yang melanggar adalah yang membuat Perda itu sendiri. Ironik.

***

Saya dikritik, justru oleh banyak birokrat muda Kota Palu. Maklum, secara psikologis, pasti terkungkung. Tapi, menarik. Sebab, mereka malah menggugat peran ahli lingkungan di Palu. Lantaran, tidak bertindak menyelamatkan pohon  yang dikorbankan  untuk alasan yang tidak urgent.

Saya jawab kepada mereka, sudah saya telpon kepala PU Kota Palu. Saya minta sisakan deretan pohon angsana yang berderet indah di depan kantor Samsat dan PLN. Juga pohon mahoni. Kalau Pohon Johar dan Trembesi sudah terlanjur ditumbangkan. Intinya, bisa tebang pilih. Beliau jawab, akan segera di-check lapangan. Faktanya, tetap dihabiskan.

Saat ini, penyesalan ku membuat saya tidak mampu lewat di Jalan Kartini itu.

Terus, apa yang harus dilakukan. Sekarang dan berikut. Untuk menghentikan perbuatan serampangan begini, atas nama pembangunan ..?

Saya merenung. Betapa, kota yang luluh lantah dalam perspective ekologis ini. Penyelenggaranya tidak pernah sadar. Meskipun sudah dikirim bencana berderet deret..? …!

***

Saya kirim mahasiswa pengambil mata kuliah kajian lingkungan hidup ke Jalan Kartini. Semua laporan surveinya menyesali tindakan vandalisme ekologi ini. Di kota yang panas ini, ada hampir 300 pohon besar hasil reboisasi puluhan tahun silam. Lenyap, hanya untuk alasan pelebaran jalan.

Sekarang, kita tinggal menunggu. Bila nanti, di atas lahan bekas tebangan itu hanya dibangun trotoar. Maka, patut diduga telah terjadi pembohongan publik. Artinya, penebangan pohon bukan untuk pelebaran jalan, tapi untuk pembuatan trotoar. Hal yang bisa dilakukan tanpa tebang pohon.

Sesungguhnya lebar jalan itu sudah mentok. Berbagi “space” atau “overlap” antara pohon, trotoar dan parit. Karena itu, diksi pelebaran jalan itu, baru benar bila pagar kantor dan rumah di sepanjang jalan itu dimundurkan. Tapi, apapun argumentnya, kita tidak mungkin lagi  bisa mengembalikan  pohon yang hilang itu seperti sedia kala. Dan,  itu berarti kita telah kalah. Walahau Alam bi syawab. ***

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global