Sabtu, 29 Agustus 2026
Opini  

Korupsi yang Berakar Rimpang

Henky Widjaya, PHD. Foto: Istimewa

Henky Widjaja, PhD Antropologi Universitas Leiden

Salah satu teori yang bisa menjelaskan mengapa sangat sulit memberantas korupsi di Indonesia adalah teori Rhizome State – teori yang menganalogikan korupsi yang tumbuh dan bertahan dengan sistem akar rimpang (rhizome). Teori ini digunakan oleh salah satu Indonesianis, Jacqui Baker yang meneliti dan menulis tentang korupsi sistematis di Indonesia.

Baker dalam hipotesisnya di artikel jurnal ‘The Rhizome State: Democratizing Indonesia’s Off-Budget Economy’ berargumen bahwa ‘rhizome state’ yang berlangsung di Indonesia dihasilkan oleh aksi-aksi berburu rente yang didorong untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan non anggaran (off-budget economy) dan diperparah oleh gaya demokrasi neoliberal Indonesia.

Rhizome atau akar rimpang adalah struktur pengakaran yang terdiri dari jejaring umbi yang menjalar ke berbagai arah. Model pertumbuhan menjalar seperti ini membuat akar rimpang terlihat seperti analogi kekuatan yang semrawut tanpa ujung pangkal yang berkelanjutan berkat profilerasi jejaring.

Dalam konteks politik, model akar rimpang yang rumit ini menggambarkan jejaring politik yang tersembunyi dan ditopang oleh beragam kepentingan ekonomi. ‘Rhizome state’ bisa diibaratkan sebagai keberadaan ‘negara bayangan’ di mana lembaga-lembaga formal disubversi dan lumpuh karena penghasilan dari ekonomi ilegal (korupsi) memungkinkan para elit untuk mengakomodir (atau mengeliminasi) para rival dan menguasai sumberdaya.

Di Indonesia, sebagaimana hipotesis Baker, jejaring akar rimpang korupsi didorong oleh adanya kebutuhan untuk memenuhi pos-pos anggaran non-budgeter atau yang tidak dipenuhi oleh anggaran negara yang resmi. Dalam bahasa harian, hal ini dikenal dengan istilah ‘menutupi kebutuhan anggaran operasional’.

Pasca ditahannya Juliari Batubara, saya sempat membaca di lini masa facebook saya sebuah tulisan yang mengaitkan keterbatasan dana operasional menteri sebagai faktor terjadinya korupsi. Saya tidak yakin bahwa itu adalah penjelasan resmi ihwal korupsi yang dia lakukan. Tapi argumen seperti ini memiliki kemiripan dengan analisis Baker soal kebutuhan memenuhi dana operasional sebagai pendorong pejabat untuk permisif terhadap tindakan korupsi.

Hal yang jelas adalah aliran dana dari tindakan korupsi tidak lagi semata untuk mencukupkan kebutuhan dana operasional (kantor maupun membayar pungutan-pungutan dari para patron) karena di hampir semua kasus korupsi, aliran dana mengalir deras menggelembungkan pundi-pundi pribadi.

Terhadap korupsi sistematis di berbagai lembaga yang terjadi di Indonesia, penelaahan menggunakan teori akar rimpang ini memungkinkan untuk bisa menganalisis jejaring operator pemburu rente secara lebih mendalam dan terhindar dari siasat ‘cicak putus ekor’. Inti dari teori ini adalah keberadaan para operator yang mengendalikan jejaring akar korupsi. Mereka adalah ‘umbi-umbi rimpang’ yang tersembunyi di dalam tanah, dan akan tetap hidup memunculkan tunas-tunas baru menggantikan tanaman yang telah mati kena tebas.

Kuatnya peran akar rimpang yang tersembunyi ini kemudian memberi pemahaman bahwa tokoh sentral dari sistem yang korup bukanlah para elit yang terlihat di publik, tetapi para operator yang berada di belakang layar. Baker menulis peran mereka sangat sentral karena mereka mengatur aliran dana ke para elit atau pucuk, seperti akar rimpang yang mengatur aliran nutrisi ke tanaman.

Analogi akar rimpang ini bisa dilihat aktualisasinya di beberapa kasus korupsi yang telah terungkap di publik – lihat kasus mafia peradilan di Mahkamah Agung yang menyeret mantan sekretaris MA yang terkenal sangat berkuasa di eranya (https://news.detik.com/berita/d-4826034/cerita-eks-sekretaris-mahkamah-agung-nurhadi-akan-melabrak-gayus-lumbuun). Baker sendiri di dalam artikelnya menggunakan kasus Aiptu Labora Sitorus yang menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), memiliki rekening sebesar Rp 1,5 triliun. ***

(kumpulan artikel tentang kasus Labora antara lain bisa dilihat di: https://www.tempo.co/tag/aiptu-labora-sitorus).

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global