Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Kasus Covid-19 Tinggi, Pemda Perlu Pertimbangkan Semi PSBB

EVALUASI - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19, Selasa 29 Desember 2020 di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng. Foto: Istimewa


PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor: 443/692/DIS.KES tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Sulteng.

Salahsatu point dalam edaran yang diterbitkan Senin 28 Desember 2019 ini, Gubernur mengimbau pemerintah daerah kabupaten dan kota di Sulteng yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 untuk mempertimbangkan pelaksanaan semi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau karantina wilayah dengan memberlakukan pembatasan jam malam hingga pukul 20.00 wita.

Edaran diterbitkan dengan alasan bahwa mengamati perkembangan kasus konfirmasi positif Covid 19 serta mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Sulteng. Adapun isi edaran lenggkap sebagai berikut

Menegakkan Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.
Memperketat pemantauan dan pengawasan terhadap kepatuhan Protokol Kesehatan dalam penanganan COVID-19 di tempat keramaian, seperti ‘ Restoran, Cafe, tempat wisata, Mall, pasar dan tempat tempat yang melaksanakan hajatan/pesta

Setiap pelaku perjalanan dari luar daerah baik via darat, laut dan udara yang akan memasuki wilayah Provinsi Sulawesi Tengah wajib menunjukkan hasil pemeriksaan Rapid Tes Anti Gen/Swab PCR Non Reaktif yang berlaku 3 x 24 jam. Kabupaten/Kota diharapkan meningkatkan tracking dan pengambilan sampel Covid 19 serta melaksanakan tindak lanjut hasil skrining.

Bagi Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan kasus Covid 19 secara signifikan berdasarkan kajian epidemiologi, perlu dipertimbangkan pelaksanaan semi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Karantina Wilayah dengan memberlakukan pembatasan jam malam hingga pukul 20.00 wita. Mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat terkait penyebaran, penanganan dan pencegahan Covid 19 di masyarakat.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID 19 di Kabupaten/Kota, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota agar menyiapkan gedung isolasi bagi penderita Covid-19 tanpa gejala. Surat edaran ini berlaku mulai tanggal 29 Desember 2020 sampai dengan terjadinya penurunan kasus COVID-19 yang signifikan

Selasa 29 Desember 2020, Gubernur Sulteng Longki Djanggola juga memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 bersama Forkompinda di Kantor Gubernur Sulteng. Dalam rapat ini mengemuka soal kewajiban menunjukkan hasil Rapid Test Antigen sebagai syarat masuk wilayah Sulteng. Menyusul terjadinya lonjakan Covid-19 di Kota Palu, Kabupaten Morowali dan Banggai. Tiga daerah yang telah menjadi episentrum Covid 19.

Syarat masuk tadi berlaku bagi semua pelaku perjalanan dari luar daerah yang akan masuk ke Sulteng baik lewat darat, laut maupun udara. Hal itu sejalan dengan Surat Edaran Nomor 443/692/DISKES tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulteng, tanggal 28 Desember 2020 dan mulai berlaku sejak 29 Desember 2020. Adapun jangka waktu hasil rapid test antigen yang diterima sesuai edaran tadi yaitu 3×24 jam.

Kepada bupati/walikota yang hadir virtual, juga diimbau agar menindaklanjuti edaran terkait guna mempercepat penurunan kasus Covid-19 di wilayah masing-masing. Menurut gubernur, isolasi mandiri yang dilakukan pasien Covid-19 di rumahnya justru jadi bumerang, penyebab timbulnya klaster keluarga.

“Kalau begitu gaya isolasi mandirinya jangan harap bisa menurun kasus positifnya,” kata gubernur.
Sementara Plt Kadis Kesehatan dr Jumriani menuturkan bahwa tingkat kesembuhan Covid-19 Sulteng kini menurun yaitu hanya 56,9 persen, dan selisihnya jauh dengan nasional yang 81,8 persen. Perilaku mengabaikan protokol kesehatan dan kerumunan massa menurut Plt kadis akan semakin mempercepat penularan khususnya di masa liburan ini. Sementara kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 pemerintah sudah banyak yang penuh. “Takutnya banyak pasien tapi tenaga kesehatan tidak mampu menangani,”kata Jumriani. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital