Sabtu, 8 Agustus 2026

Di Penghujung 2020, Tarif Angkutan Udara Memiliki Andil Terbesar Inflasi di Kota Palu

G. A Nasser. Foto: Dok

PALU EKSPRES, PALU– Kota Palu di penghujung 2020 mengalami inflasi. BPS Kota Palu melaporkan inflasi di kota ini selama periode Desember 2020 sebesar 0,63 persen. Sementara laju inflasi tahun kalender Desember 2020 dan inflasi year on year (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 1,81 persen.
Kepala BPS Kota Palu, G. A. Nasser menjelaskan, inflasi Kota Palu sebesar 0,63 pada Desember 2020 dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok.
Di antaranya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,64 persen; disusul kelompok transportasi 1,25 persen. Selanjutnya, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,60 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,52 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,02 persen; serta kelompok kesehatan 0,02 persen.
“Satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,13 persen,” kata Kepala BPS Kota Palu G. A Nasser melalui press releas yang diterima media ini.
Di satu sisi lanjutnya, ada tiga kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks harga pada bulan Desember 2020. Yaitu, Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.
Adapun komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi Desember 2020 antara lain: tarif angkutan udara 0,17 persen; ikan selar/tude 0,16 persen; ikan cakalang/sisik 0,13 persen; daging ayam ras 0,04 persen; popok bayi sekali pakai/diapers 0,03 persen; telur ayam ras 0,03 persen; kol putih/kubis 0,02 persen; terong 0,02 persen; ikan teri 0,02 persen; dan cumi cumi 0,02 persen.
Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil negative terhadap inflasi Desember 2020 antara lain, kangkung 0,03 persen, emas perhiasan 0,03 persen, blus wanita 0,02 persen, bayam 0,02 persen, ikan bandeng/bolu 0,02 persen, dan tahu mentah 0,02 persen. Ikan layang/ benggol, bawang merah, ikan mujair, serta udang basah masing-masing sebesar 0,01 persen. (bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital