Sabtu, 8 Agustus 2026

Januari 2021, Cabe Rawit Penyumbang Inflasi Kota Palu

Kepala BPS Kota Palu G. A Nasser. Foto: Dok

PALU EKSPRES, PALU– BPS Kota Palu melaporkan Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,25 persen selama Januari 2021.

Kepala BPS Kota Palu, G. A Nasser mengatakan inflasi Kota Palu sebesar 0,25 persen bulan ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok beberapa kelompok. Di antaranya, kelompok  makanan, minuman, dan tembakau terjadi kenaikan indeks sebesar 1,73 persen. Disusul  kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya  sebesar 0,91 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,22 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,18 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran  sebesr 0,17 persen. “Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumahtangga 0,15 persen, juga memiliki juga terjadi kenaikan indeks harga sehingga memiliki andil terhadap inflasi Kota Palu,” kata Nasser.

Sementara penurunan indeks harga kata Nasser, terjadi pada kelompok transportasi 2,24 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen.

Ia menjelaskan pada bulan Januari 2021, laju inflasi tahun kalender 2021 Kota Palu sebesar 0,25 persen dan inflasi year on year (Januari 2021 terhadapJanuari 2020) sebesar 2,32 persen.

Adapun komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi Januari 2021 di antaranya, ikan selar/tude  sebesar 0,23 persen; cabai rawit 0,07 persen; ikan cakalang/sisik 0,07 persen; ikan ekor kuning 0,04 persen; kangkung 0,03 persen; mie kering instan 0,02 persen; tariff sewa rumah 0,02 persen; minyak goreng 0,02 persen; besi beton 0,01 persen; dan ikan asin/penja 0,01 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil negative terhadap inflasi Januari 2021 di antaranya, tarif angkutan udara 0,32 persen, beras 0,03 persen, daging ayam ras 0,03 persen, jagung manis 0,02 persen, ikan teri 0,02 persen, jeruk nipis/limau 0,02 persen, cumi-cumi 0,01 persen, kacang panjang 0,01 persen, ikan kembung 0,01 persen, dan sepatu wanita sebesar 0,01 persen. (***/bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital