Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Menjajaki Inovasi Tissue Culture untuk Sulteng (2- Selesai)

Rombongan gubernur terpilih Rusdy Mastura berkunjung ke Seameo Biotrop, Bogor. Foto: FB Hasanuddin Atjo

Oleh Hasanuddin Atjo

Jadwal kunjungan kerja gubernur Sulteng terpilih, Rusdy Mastura dan ketua tim pemenangan Pilgub Sulteng 2020 , Nilamsari Lawira bersama rombongan ke Seameo Biotrop, Bogor, telah teragendakan, di hari Selasa, 16 Februari 2021 pukul 10.00-12.00 WIB.

Setiba di bandara Soekarno Hatta Cengkareng, saya bersama Nasir Mangge, menggunakan kendaraan jemputan langgsung menuju Ciawi Bogor. Dan sesuai dengan rencana yang ditunjukkan aplikasi Google map, 10 menit sebelum pukul 10.00 WIB, kendaraan telah tiba di loby Seameo Biotrop.

Transit di loby, sambil menunggu kedatangan gubernur terpilih dan rombongan, kami ditemani oleh Direktur Biotrop Zulhamsyah Imran, dan Deputi Administrasi, Perdinan. Sekitar pukul 10.07 WIB, Gubernur terpilih Rusdy Mastura bersama rombongan tiba di loby Seameo Biotrop, dan langsung menuju ke ruang pertemuan.

Dengan formasi prokes Covid-19, dialog yang dirancang semi formal dimulai. Dan diawali penyampaian oleh direktur Seameo. Intinya bahwa Seameo Biotrop lahir di tahun 1968 dan saat ini beranggotakan 22 Negara. Lembaga ini, di Indonesia berada dibawah koordinasi Sekjen Kementerian Pendidikan.

Lembaga ini lebih fokus kepada pengembangan teknologi tanaman tropis. Dan saat ini visinya telah diadaptasikan dengan era digital sesuai tuntutan pradaban industri 4.0. Dan, sebentar lagi masuk ke era industri 5.0.

Inovasi dan teknologi perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan atau tissue culture menjadi salah satu program unggulannya. Selain itu penggunaan citra satelit untuk mengetahui kebutuhan pupuk dan mineral di satu kawasan pertanian dengan mudah, cepat dan tepat diketahui. Sehingga, meningkatkan akurasi kebutuhan pupuk terutama terkait pupuk subsidi.

Sekitar 70 tanaman tropis telah berhasil diperbanyak dengan cara kultur jaringan. Mulai tanaman horti perkebunan, kehutanan hingga ke tanaman air. Porang, durian, cacao, nangka, alpukat, pisang cavendis, vanila, kopi hingga rumput laut adalah jenis tanaman yang sukses diperbanyak secara komersial.

Lembaga ini antara lain memiliki misi sebagai agent of change, atau agen perubahan berkaitan dengan tananam tropis. Dan, selanjutnya dapat ditransformasikan ke dunia pendidikan menengah di sejumlah daerah terutama pendidikan vokasi serta masyarakat.

Terbuka kemungkinan dibangun kerjasama dengan privat sektor dan pemerintah daerah dalam usaha pengembangan jenis jenis tanaman tropis di setiap daerah, dalam upaya mendorong daerah mengembangkan industri pangan.

Provinsi Sulteng merupakan salah satu wilayah yang sangat potensial bagi pengembangan pangan yang berorientasi industri dan berbasis kerakyatan. Penguasan teknologi perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan menjadi salah satu prasyarat atau modal dasar atas keberhasilan industri pangan.

Ditilik dari kinerja pembangunan daerah, daerah ini memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi

di Indonesia, bahkan di triwulan 4 tahun 2020 menjadi salah satu provinsi yang tumbuh pisitif meski dalam situasi pandemic Covid-19

Pertumbuhan ekononi yang tinggi ini, mencapai 7 persen di tahun 2919 dinilai sejumlah orang kurang berkualitas, karena persentase angka kemiskinan di saat itu masih tinggi sekitar 13,8 persen, di atas rata rata nasional. Indeks kapasitas fiskal kategori rendah dan berada di peringkat ke 25 dari 34 Provinsi.

Tingginya pertumbuhan ekononi itu lebih dipengaruhi kontribusi tiga kabupaten dan satu kota. Banggai oleh tambang gas dan olahannya, Morowali dan Morowali Nikel dan olahannya, kota Palu oleh jasa dan galian c.

Sementara itu sembilan kabupaten lainnya pertumbuhan ekonominya ditopang oleh sektor pangan dan sebagai penyumbang kemiskinan di daerah ini. Nilai tukar petani, NTP di beberapa tahun terakhir berada pada angka di bawah 100 persen.

Tingginya angka kemiskinan pada sembilan kabupaten itu antara lain disebabkan pengembangan sektor pangan masih dilakukan secara konvensional, belum menggunakan pendekatan industrialisasi. Dan hampir 70 persen masyarakatnya bekerja di sektor itu.

Karena itu salah satu visi gubernur terpilih adalah mengembangkan sektor pangan dengan cara cara baru. Menggunakan perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan menjadi salah satu syarat utama dari sebuah industrialisasi pangan.

Kunjungan kerja gunernur terpilih, Rusdy Mastura; Ketua tim koalisi pemenangan, Nilamsari; pembina partai Nasdem Sulteng , Achmad Ali, dinilai oleh sejumlah kalangan merupakan langkah maju untuk membawa perubahan di Sulteng. Apalagi masa jabatan gubernur terpilih hanya 3,5 tahun.

Harapan dari kesemuanya bahwa setelah gubernur terpilih secara resmi dilantik, segera bergerak untuk sebuah percepatan dalam upaya mewujudkan visi maupun misinya. Serta terjadinya proses “ijab kabul” antara ahli Seameo Biotrop dan ahli lokal. SEMOGA.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital