Jumat, 18 September 2026
Opini  

Menghapus Skripsi S1

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

Oleh Muhd Nur Sangadji

BUKAN berita baru tapi cukup menguras perhatian dunia akademik. Sebuah tulisan berjudul menghapus kewajiban skripsi pada jenjang S1. Tulisan yang ditulis Usman Syihab ini beredar di berbagai WA group di media sosial. Saya berpandangan netral atau bahkan cenderung setuju saja. Ini soal pilihan ketrampilan “live skill”. Bahkan, bisa disebut pilihan hidup (live choice). Mengapa ?Karena, tidak semua lulusan perguruan tinggi akan berkiprah di dunia riset dan atau tulis menulis. Maka, memaksakan semua mahasiswa untuk menulis skripsi sebagai syarat, menjadi kurang bijak. Dan, skripsi Itu lahir dari riset.


Sesungguhnya, tujuan besar dari proses akademik ini adalah melatih mahasiswa memecahkan masalah. Mempelajari cara yg tepat untuk satu persoalan. Menganalisis hasilnya dan membuat kesimpulan. Mensintesisnya dan merancang bangun desain solusi yang tepat (base on science atau scientific base).

Ini semua tidak mesti via riset akhir. Semua mata kuliah juga bisa berperan sama. Mata kuliah juga bisa melatih mahasiswanya menulis. Karena itu, jalur kuliah semata sudah cukup bagi mereka untuk lulus. Terutama yang tidak berminat ke dunia penelitian pasca sekolah (ba’da dirasyah).

Di negara moderen, diciptakan banyak jalur akademiknya. Istilah “by course” sudah lama dikenal. Artinya, mahasiswa cukup dengan mengikuti perkuliahan saja. Tentu, dalam perkuliahan ini ada banyak tugas akademik (assaigment) yang bisa dikatakan setara riset. Misalnya, menulis karya ilmiah untuk topik penting secara khusus atau sebagai bahagian dari mata kuliah tertentu.


Dengan pola ini, mahasiswa punya pilihan tersendiri berdasarkan tujuan hidupnya. Relevanlah dengan semangat yang diinjeksikan oleh program merdeka belajar. Saya berfikir, mestinya hal yang sama, dapat juga diberlakukan untuk dosen. Cukup lama saya merenung. Sebenarnya, dosen itu, pengajar alias pendidik atau peneliti sekaligus pengabdi..? Indonesia menganut model “ala puramo alias total football”. Negara luar tempat saya pernah sekolah, membebaskan dosen untuk memilih. Ada yang spesialis menjadi pengajar atau pendidik saja. Peneliti semata atau pengabdi. Karena itu, dosen boleh memilih berdasarkan bakat dan minat. Pastilah ada plus minusnya. Tapi apriori, di tempat kita lebih beresiko, karena mau ambil semua. Orang bijak bilang. Barang siapa yang mau semua, tidak akan dapat semua.


Mungkin itulah sebabnya mengapa Presiden Jokowi sempat marah. Dana risetnya trilyunan rupiah, tapi hasilnya tidak memadai. Sementara, di lapangan. Peneliti mengeluhkan kekurangan biaya. Lalu, sibuk dan pusing cari nota pertanggungjawaban. Banyak peneliti mengeluh. Mereka bilang, lebih sulit urus nota ini dari pada urusan riset nya sendiri.. Kita dengan demikian, amat beresiko menciptakan manusia ahli setengah jadi. Jadi peneliti ala kadarnya. Jadi pendidik, tapi tidak mendidik. Dan atau, melahirkan pengabdi yang memperdayakan. Bukan memberdayakan.

Saya menghayal, bila nanti disadari. Lalu, kebijakannya berlaku. Kita berharap anak anak didik bisa tempuh pendidikan dengan cepat tapi bermutu. Dosen lebih fokus dan bekerja tidak setengah-setengah. Semogalah, negeri ini menemukan konsep solusi akademik terbaik untuk dirinya. Dilahirkan oleh mereka yang cerdas, amanah dan berani. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam