Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

Mensinergiskan Tiga Jalur Pendidikan

MHD Natsir. Foto: istimewa

Oleh MHD Natsir Yunas (Dosen Jurusan PLS FIP UNP Padang)

PROSES belajar di saat pandemi seperti sekarang ini masih mencari metode yang paling efektif digunakan dalam pembelajaran. Insan pendidikan mencoba berbagai metode pembelajaran yang paling efektif. Sepertinya pemahaman sebagian penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran daring seakan memindahkan sekolah ke rumah. Semua aturan sekolah dengan berbagai aturan harus dilaksanakan secara ketat, meskipun belajar dari rumah. Bahkan tidak sedikit pendidik yang menerapkan pembelajaran dengan standar pembelajaran tatap muka.

Hal ini tentu saja tidak boleh terjadi, karena pembelajaran di saat pandemi ini seharusnya bisa melahirkan formulasi yang baik antara tiga jalur pendidikan. Formulasi yang dapat mensinergiskan tiga jalur pendidikan dalam sistem pembelajaran daring. Sehingga tidak ada yang lebih diprioritaskan antara satu jalur dengan yang lainnya. Masing-masing saling berkolaborasi untuk mencapai jalan suksesnya.

Tetapi kenyataanya tidaklah demikian, sudah hampir tiga semester pembelajaran daring berlangsung, Namun tetap saja sebagian memiliki pemahaman semua aturan dan kebiasaan di sekolah dipindahkan ke rumah. Sehingga terkadang orangtua mulai merasa tertekan dalam memberikan layanan kepada anaknya belajar. Karena orangtua bukanlah guru yang selalu siap membelajarkan anaknya dengan baik. Banyak keterbatasan dari orangtua, sehingga menuntut mereka mendampingi anak belajar seperti halnya di sekolah adalah suatu hal yang mustahil.

Lalu bagaimana yang seharusnya dilakukan agar proses belajar bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Sebenarnya kita sudah punya aturan dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu ada pendidikan formal, informal dan non formal. Masing-masing memiliki prioritas dan saling bantu untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Pendidikan non formal dan informal sama pentingnya dengan pendidikan formal. Karena semua jalur ingin mewujudkan tujuan pendidikan. Tetapi masing-masing memang memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga solusi terbaik adalah mensinergiskan ke tiga jalur tersebut, bukan lagi memisah-misahkannya.

Pengambil kebijakan di dunia pendidikan sepertinya lupa bahwa pendidikan itu memiliki tiga jalur yang seharusnya bisa lebih diefektifkan saat pandemi ini. Seharusnya pendidikan nonformal dan informal diaktifkan dan bersinergis dengan pendidikan formal dalam membantu anak belajar.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam mensinergiskan tiga jalur pendidikan tersebut dalam pembelajaran selama pandemi ini adalah, pertama. menyamakan pemahaman tentang pentingnya tiga jalur pendidikan. Artinya ketiga jalur pendidikan memiliki peran yang sama dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidaklah mungkin untuk membawa semua aturan sekolah ke rumah. Karena tradisi belajar di sekolah dengan yang di rumah sungguh jauh berbeda. Anak dan keluarga memiliki tradisi belajar yang tidak mungkin dipaksakan untuk sama dengan sekolah formal. Seharusnya pelajaran diawali dari pemahaman seperti ini, sehingga merdeka belajar dalam setiap proses belajar bisa dilaksanakan dengan baik. Menyamakan aturan sekolah dengan di rumah hanyalah pekerjaan sia-sia. Karena komponen di rumah sungguh tidak mendukung untuk itu. Orang tua tidak memiliki pendidikan dan waktu yang sama dalam memberikan materi untuk bisa bersama anak-anaknya dalam belajar.

Kedua, ketika pembelajaran daring masih menjadi pilihan, maka seharusnya ada bekal atau pelatihan yang diberikan kepada orang tua dalam mendampingi anaknya. Upaya pendampingan pertama lebih diutamakan pada pendampingan psikologis. Karena orang tua mulai jenuh dan tidak sabar dalam menghadapi anak. Penyebab beberapa kasus kekerasan yang terjadi kepada anak salah satunya adalah masalah emosi orang tua yang tidak terkendali dalam mendampingi anaknya.  Selanjutnya baru pelatihan dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Karena tidak semua orang tua paham dalam menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Hal ini penting, ketika orang tua tidak melek dengan teknologi, maka mereka akan kesulitan dan tidak siap dalam mendampingi anaknya belajar.

Ketiga, meningkatkan komunikasi yang efektif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran daring, media komunikasi yang lebih banyak digunakan saat ini adalah aplikasi WA  (WhatsApps). Oleh sebab itu ketepatan guru untuk merespon pertanyaan siswa sangat menentukan komunikasi yang efektif dalam belajar. Seorang siswa mungkin saja tidak berani untuk bertanya saat belajar daring sedang berlangsung, padahal dia belum paham dengan materi yang disampaikan. Sehingga ketika selesai belajar mereka beranikan diri untuk bertanya kepada guru dengan berkirim pesan via WA. Dalam kondisi seperti ini guru haruslah menjadi lebih profesional dalam komunikasi. Tidak menjawab pertanyaan siswa adalah kesalahan yang fatal.

Pendidik harus paham bahwa saat ini tidak bisa menyamakan kemampuan dari semua peserta didik. Mungkin ada yang tidak paham, yang penting mereka menyelesaikan tugasnya, sambil terus membimbing anak untuk menyempurnakan kualitas tugasnya untuk lebih baik lagi.   Tidak membiarkan anak sendiri dalam ketidak tahuannya, tetapi selalu memberikan pendampingan terhadap setiap kendala yang mereka hadapi dalam belajar.

Keluhan pendidik bahwa peserta didik terlalu banyak bertanya dalah sebuah kesalahan. Karena dalam belajar prinsip menghargai setiap peserta didik adalah sebuah keharusan. Terlebih lagi mereka sedang belajar di rumah.

Ke empat, masing-masing keluarga memiliki kultur dan kebiasaan belajar yang berbeda. Maka menuntut kultur yang sama dan memberlakukan aturan sekolah di rumah masing-masing anak adalah suatu hal yang sangat mustahil. Mereka ada yang belajar dengan santai dan lain sebagainya. Maka dengan demikian perlu ada penyamaan persepsi terhadap belajar dari rumah yang sudah dilaksanakan selama ini.

Belajar dengan aturan yang ketat mungkin berhasil bagi sebagian orang tua yang memang memiliki dasar pendidikan, waktu dan kesempatan mendampingi selalu ada. Tetapi tidak semua orangtua yang bisa berlaku demikian. Kebanyakan saat ini, khusus pandemi telah mengubah kebiasaan dan menuntut orang tua untuk lebih giat memenuhi kebutuhan keluarganya di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ini.

Ke lima, melakukan identifikasi terhadap kebutuhan belajar anak. Karena masing-masing anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Tidak bisa disamakan, mungkin kita merasa penting tetapi tidak selamanya yang dirasa penting itu dibutuhkan. Identifikasi ini tentu saja penting dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga proses belajar bisa dilaksanakan dengan maksimal. Melaksanakan pembelajaran daring dengan berbagai kendala dan kekurangannya tentu menjadi tugas berat seluruh komponen pendidikan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Sehingga hasil belajar peserta didik tidak hanya sebatas angka-angka. Tetapi lebih dari itu dapat merubah perilaku seiring dengan meningkatnya kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik, serta mampu mensinergiskan ke tiga jalur pendidikan dalam pembelajaran daring.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam