Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

DPRD Palu Desak Kontraktor Bambaru Kembalikan Kerugian Negara

Muslimun. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU – Pembangunan Pasar Bambaru di Kelurahan Baru, Kota Palu, hingga saat ini belum tuntas 100 persen. Meski telah beberapa kali mengalami adendum kontrak karena terlambat.

Kondisi ini membuat nasib pedagang terkatung-katung. Tak ada kejelasan kapan proyek dengan nilai miliaran rupiah itu selesai.

Sekretaris Komiisi C DPRD Palu, Muslimun mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Informasi yang ia terima, bahwa pembangunan saat ini sudah masuk proses akhir. Yakni pemasangan air conditioner (AC).

Karenanya, Muslimun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Palu segera melakukan langkah-langkah strategis untuk lebih awal mengatur penempatan lapak para pedagang.

“Disperindag harusnya sudah mulai menentukan lapak jualan para pedagang agar supaya bisa secepatnya digunakan,” kata Muslimun, Ahad (11/4/2021).

Menurutnya, kondisi lambatnya pembangunan pasar telah memicu keluhan pedagang, yang merasa telah sangat lama belum bisa berjualan.

“Mereka (pedagang) mengeluh sudah 1 tahun tidak menjual,” katanya.

Sebab tanggung jawab untuk mengatur penempatan lapak para pedagang jelasnya, adalah Disperindag Palu. Hal itu telah dikonfirmasi kepada pihak kontraktor.

“Pedagang sudah bisa masuk untuk berjualan kalau saja Disprindag bisa cepat menangani pembagian lapak pedagang. Apakah hanya 100an pedagang saja yang akan berjualan atau bisa bertambah,” harapnya.

Pengaturan lapak pedagang menurutnya saat ini sudah bisa dilakukan. Sembari menunggu pemasangan AC.

“Pemasangan AC ini juga akan kami pertanyaan kepada kontraktor. Apa kendalanya hingga barangnya lambat datang,” paparnya.

Dia menambahkan, pihak Kontraktor sudah beberapa kali melakukan adendum perpanjangan pekerjaan. Hal ini menurutnya sudah bisa diterapkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Berapa kerugian Negara akibat molornya pembangunan ini. Tentunya pihak kontraktor harus kembalikan berapa kerugian yang dikeluarkan daerah,” jelasnya lagi.

Untuk hal itu, Muslimun menyebut kembali akan memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat ini.

“Minggu ini kami akan rencanakan panggil semua pihak terkait pasar, termasuk para pedagang. Agar kita ketahui mekanisme penjualan dalam pasar seperti apa konsepnya,”pungkas Muslimun. (*/mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital