Sabtu, 29 Agustus 2026
Opini  

Berprasangka Baik?

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

Oleh Muhd Nur Sangadji

Saya pernah tulis topik Ini. Tapi tidak selesai karena diinterupsi kesibukan lain. Lalu, ada kawan yang bikin vidio dengan topik yang mirip dan mengirimkannya ke media sosial. Maka, semangat menulis ku bangkit lagi. Juga, lantaran ada dorongan dari pengalaman terkait.

Pengalaman itu terjadi pada satu pertemuan nasional puluhan tahun silam. Seorang aktivis kaliber NGO Indonesia pernah berkata. Dia bilang. Tidak bisa kita berharap kepada kaum agamawan untuk menegakkan kebenaran dan mengungkap kejahatan. Saya tersinggung berat. Lantas, saya tanya kenapa..? Dia menjawab, karena kaum agamawan diajari berprasangka baik kepada semua orang. Dan, tidak boleh mengungkap aib orang.

Belum terlalu lama, seorang karib di kampus bernama Arif, mengungkap hal yang sama. Dia mengajak untuk secara arif, berprasangka baik. Saya fikir, tidak salah. Ini ajakan yang mulia. Apalagi di bulan Ramadhan. Saya berterimakasih pada beliau atas nasehat yang sangat barokah tersebut. Saya menyambungkannya, semoga kita semua mendapat curahan rahmat dari pemilik jagat raya dalam spirit saling menyeru dalam kebajikan (fastabiqulkhairat).


Saya kemudian merenung mendalam tentang berprasangka baik ini. Betul, adalah seruan agama. Bahkan, mungkin semua agama mengajarkan kebaikan ini. Kita mengenal istilah “husnuuzzan” (berprasangka baik). kabalikannya, “suuzzan” (prasangka buruk).

Namun, saya berpandangan. Berprasangka baik secara absolute itu, hanya untuk Allah. Berprasangka baik atas ketentuan Allah. Bahkan dalam hadist qudsi, Allah ikut dalam prasangka hamba. “Ana inda dzonni abdi bi”. Tapi, berprasangka baik pada mahluk, tidak bisa mutlak. Misalnya, tidak boleh 100 persen kita berprasangka baik pada buaya, ular atau anjing yang meskipun telah kita peliharaan sejak kecil. Itu mahluk Allah, binatang.

Untuk manusia, juga tidak boleh mutlak atau 100 persen berprasangka baik. Harus ada ikhtiar dan kehati-hatian. Karena untuk mahluk, ada kenisbian. Oleh karena itu, berprasangka baik atau buruk, harus bersandar pada indikator. Itulah sebabnya ada polisi, jaksa dan hakim. Mereka ini tidak perlu ada, bila semua telah mutlak berprasangka baik.


Ingat snouck Hurgronje ? Orang Belanda yang mengampanyekan prasangka baik untuk lindungi penjajah Belanda dari perlawanan rakyat Aceh..? Raja raja Indonesia juga ditipu penjajah selama 350 tahun karena berprasangka baik pada tipu muslihat penjajah. Lanjut dengan politik “Devide et Impera” (pecah belah). Jepang datang dengan perang Asia timur rayanya. Komunisme di era pasca kemerdekaan Indonesia, juga mempraktekkan hal serupa pasca kemerdekaan. Tiga kali bangsa ini tertipu oleh kampanye agitasi mereka. Mereka membunuh para tokoh dan rakyat jelata. Dan, kita terus berprasangka baik.

Sekarang ini boleh jadi, para penjahat bisa saja minta kita berprasangka baik. Jadi saya pikir, Kita harus berhati-hati untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Agar generasi kita tidak terpuruk di lubang sejarah yang sama. Kita perlu diingatkan bahwa, berprasangka baik kepada syaitan adalah kebodohan yang paling nyata di semesta alam. Dan, syaitan itu, sesekali bisa berwujud manusia. Walahua’lam bi syawab. (November Sera : Nur Sangadji, April, 2021).

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global