Sabtu, 8 Agustus 2026

Ekspor Ikan dan Udang Sulteng Terus Bergeliat, Kakao Nihil

Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk saat memaparkan press rilis BPS melalui video conference, Rabu (2/6/2021). Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU– Ekspor komoditas ikan dan Sulteng terus bergeliat menyusul peningkatan komoditas kelautan dan perikanan sejak penghujung 2020 hingga April 2021.
Berdasarkan laporan BPS Sulteng nilai ekspor ikan dan udang pada November 2020 sebesar 150. 000 US$. Sedangkan pada Bulan Desember 202, nilai ekspor Sulteng meningkat menjadi 290.000 US$.
Kinerja perdagangan luar negeri itu kembali mengalami trend positif walau mengalami perlambatan di awal triwulan II ini. Sebagaimana catatan BPS, nilai ekspor ikan dan udang Sulteng pada bulan April 2021 sebesar 250 000 US$. Sementara pada bulan Maret 2021, nilai ekspor ikan dan udang Sulteng sebesar 260.000 US$. “Ada penurunan sebesar 11,68 persen dari bulan sebelumnya, yakni Bulan Maret ke posisi bulan April 2021. Namun ekspornya masih melalui provinsi lain,” kata Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk melalui video conference, Rabu (2/6/2021).
Lain halnya dengan komoditi kakao. Selama ini kakao dikenal sebagai komoditi andalan sektor perkebunan Sulteng namun selama dua bulan berturut-turut, yakni sejak Maret hingga April 2021, nilai ekspor Sulteng sama sekali tidak ada alias nol.
Dumangar menjelaskan, ekspor Sulteng melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain selama April 2021, masih didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai US$ 838,04 Juta atau 87,61 persen dari total ekspor. Selanjutnya bahan bakar mineral senilai US$ 86,40 juta atau 9,03 persen.
“Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 3,00 persen,” ujarnya.
Kelompok besi dan baja juga mendominasi pangsa ekspor selama Januari- April 2021, senilai US$ 2.735,75 juta atau 87,15 persen dari total ekspor. Selanjutnya, bahan bakar mineral senilai US$ 285,09 juta atau 9,08 persen. Sementara kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 3,00 persen. (bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital