Sabtu, 8 Agustus 2026

Jokowi Tak Permasalahkan Meme King Of Lip Service

Presiden RI, Jokowi/ foto: Instagram omg.indonesia.id

PALUEKSPRES, JAKARTA – Presiden RI Jokowi tak mempermasalahkan kritik mahasiswa BEM UI melalui meme berjudul ‘the king of lip service’ yang dishare di media sosial. Jokowi menanggapi santai kritikan itu sebab menurutnya di negara demokrasi kritik itu biasa. Jokowi bahkan menyatakan kampus tidak perlu reaktif terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa itu.

“Ya, saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa. Dan ini negara demokrasi, kritik itu boleh-boleh saja, jadi universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi,” ujar presiden seperti dilansir Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (26/6/2021) dan dikutip dari instagram omg.indonesia.id.

Namun presiden mengingatkan bahwa Indonesia memiliki budaya tata krama, sopan santun. “Saya pikir biasa saja, mereka sedang mengekspresikan pendapat,” ujarnya. “Namun ingat kita ini memiliki tata krama dan sopan santun,” kata Jokowi. Ada yang lebih penting saat ini untuk diberi perhatian. “Saat ini kita bersama-sama fokus pada penanganan covid-19,” tandasnya.

Jokowi mengatakan kritik terhadap dirinya sudah ada sejak lama. Berbagai julukan sudah pernah disematkan padanya.

“Dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada juga yang bilang saya itu plonga-plogo, lalu ganti lagi ada yang bilang saya otoriter. Ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh. Baru-baru ini ada yang bilang saya bapak Bipang, ada yang menyampaikan the king of lip service,” tutur Jokowi.

Meskipun demikian Jokowi mengaku tak mengapa dengan tudingan itu selain dia mengingatkan tentang tata krama dan sopan santun.

Sebelumnya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia membuat meme di sosial media memberi julukan King of Lip Service kepada Jokowi dengan mengaitkan beberapa masalah di Indonesia. Postingan ini memunculkan pro dan kontra. Apalagi setelah pihak rektorat UI memanggil para pengurus BEM UI pada Minggu (27/6/2021).

Jauh sebelumnya juga, ternyata Aliansi Mahasiswa UGM melalui akun twitter memberi selamat kepada Jokowi ‘Juara Umum Lomba Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan’.

Dikutip dari Instagram idtopikcom, twit dari Aliansi Mahasiswa UGM itu juga menyertakan dua judul berita dari CNNIndonesia: “Jokowi: Masyarakat Harus aktif sampaikan kritik dan Masukan dan judul berita “Istana: Pemerintah butuh kritik yang pedas dan keras. (aaa/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital