Minggu, 9 Agustus 2026

Mourinho Tuding Ada Pengkhianat di Balik Pemecatan Ranieri

JAKARTA, PE – Di antara banyak pihak yang mengecam keputusan Leicester City memecat Claudio Ranieri, Jose Mourinho bersuara paling lantang. Dia menduga, ada “pengkhianatan” di kubu Leicester yang berperan dalam pemecatan Claudio Ranieri.

Mourinho memang menjadi salah satu yang sangat terkejut dengan pemecatan Ranieri dari kursi manajer Leicester. Padahal, 298 hari sebelumnya, Ranieri baru membawa Leicester mencatat sejarah dengan meraih titel perdana di Premier League.

Musim ini, penampilan Leicester memang terjun bebas. Mereka hanya terpaut satu poin dari zona degradasi dan baru saja menelan kekalahan 1-2 di kandang Sevilla pada leg pertama babak 16-besar Liga Champions. Terlepas dari pencapaian negatif itu, Mourinho menilai ada peran keegoisan para pemain Leicester di balik pemecatan Ranieri.

“Mungkin musim dimulai dengan keegoisan dari yang lain. Mereka berpikir tentang kontrak baru, berpikir tentang keinginan pergi, berpikir tentang uang, orang melupakan siapa yang membantu mereka mencapai tingkat (tertinggi) itu,” urai Mourinho merujuk kepada banyaknya pemain Leicester yang mulai menuntut kenaikan gaji hingga ingin hengkang ke klub besar usai menjadi juara pada musim lalu.

“Jika beberapa cerita yang saya baca adalah benar, atau hanya memiliki sedikit kebenaran, sulit untuk menemukan kata-kata untuk membenarkan itu. Tapi ada sesuatu yang tak seorang pun dapat lakukan -menghapus sejarah. Jadi tidak ada masalah, Claudio. Tidak ada yang bisa menghapusnya,” tegasnya lagi.

Di antara banyak pihak yang bersimpati terhadap nasib Ranieri, Mourinho memang yang paling berani bersuara. Saat sesi jumpa pers jelang final Piala Liga Inggris, dia muncul dengan kaus bertuliskan CR, yang menjadi inisial Ranieri, di dada kanan. Dia juga mengunggah foto bersama Ranieri di akun Instagram pribadinya. Menurut dia, Ranieri pantas diabadikan menjadi nama stadion milik Leicester.

“Saya hidup dengan pengalaman serupa. Saat dipecat setelah menjadi juara, itu hal yang sangat negatif buat saya. Sekarang, saya melihat komparasi dengan apa yang terjadi terhadap Claudio,” bilangnya.

Berbeda dengan tudingan Mourinho, Mirror menyebutkan bahwa beberapa pemain senior Leicester justru melayangkan protes kepada pemilik klub, Vichai Srivaddhanaprabha, atas pemecatan Ranieri.

(ira/JPG/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital