Minggu, 20 September 2026
Opini  

Fraud Akademik dan Pendidikan Anti Korupsi

Oleh Kasman Jaya Saad (Dosen Universitas Alkhairaat Palu)

MINGGU lalu, tepatnya tanggal 18-19 Agustus 2021, secara daring saya mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) seri ke IV bagi dosen atau calon dosen pengampu mata kuliah pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Kegiatan yang sungguh bermanfaat dan menarik karena materi dibuat sistematis dari narasumber yang mumpuni terkait dengan maksud TOT itu. 

Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Aida Ratna Zulaiha yang membuka kegiatan tersebut mengingatkan pendidikan antikorupsi di Perguruan Tinggi (PT) merupakan proses pembelajaran dan pembentukan perilaku yang berkaitan dengan pencegahan perilaku koruptif dan tindak pidana korupsi. Kata pembentukan perilaku menjadi entri poin dari tulisan ini.

Upaya pembentukan perilaku tidak boleh semata aspek kognitif, namun juga perlu aspek afektif (penanaman nilai/moral) dan psikomotorik (keteladanan dalam berperilaku). Aspek kognitif terkait dengan pengetahuan terminologi korupsi dengan berbagai varian sebab dan tindak pidana yang akan menjerat, akan mudah dituturkan, namun bagaimana dengan sistem pendidikan kita di PT, dan perilaku tenaga pendidiknya

Pertanyaan ini mengingatkan saya dengan hasil penelitian seorang kawan terkait fraud (kecurangan) akademik tenaga pendidik di perguruan tinggi. Penelitian yang mengambil sampel di salah satu wilayah layanan pendidikan tinggi, menemukan fakta menarik tentang perilaku fraud tenaga pendidik yang tentu saja tidak memberi contoh yang baik bagi pembentukan perilaku anti korupsi sebagaimana yang diharapkan dari TOT . Berdasarkan uji validitas (product Moment) dan reliabilitas (Spearman-Brown) yang dilakukan dengan tingkat keyakinan 95% (α =0,05) disebutkan beberapa prilaku fraud tenaga pendidik itu adalah; 1. Menjanjikan kelulusan ujian skripsi dengan membayar sejumlah dana 2. Menerima uang dari mahasiswa untuk mendapatkan nilai yang tidak memenuhi standar 3. Memberikan nilai rendah pada mahasiswa yang memenuhi standar dengan rekomendasi bimbingan 4. Membuat karya tulis (skripsi) dengan modus jasa konsultasi dengan tarif tertentu 5. Tidak mengajar sesuai dengan RPS 6. Tidak melaksanakan pengawasan  ujian sebagai kewajibannya dan 7. Berkolusi dengan mahasiswa untuk mengubah nilai dengan bayaran tertentu.

Bentuk-bentuk fraud atau kecurangan akademik itu yang dilakukan tenaga pendidik tersebut, boleh jadi masih banyak varianya, namun temuan itu sudah  cukup mencengangkan. Lantas bagaimana 9 nilai-nilai anti korupsi itu bisa diimplementasikan pada mahasiswa bila perilaku tenaga pendidik dipenuhi fraud,dipenuhi kecurangan.  Sulit mengharapkan lantai bersih dari sapu yang kotor.

Kehadiran tenaga pendidik yang dipenuhi nilai-nilai kebaikan adalah jaminan pendidikan anti korupsi dapat membentuk perilaku yang anti korupsi. Tenaga pendidik bukan hanya dituntut piawai mentransfer knowledge tetapi juga piawai mentransfer value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi lahirnya perilaku anti korupsi. PT adalah aset bangsa yang di dalamnya bukan hanya terjadi pergumulan ilmu pengetahuan secara  profesional  namun juga  perilaku etis yang tinggi. Artinya PT bukan hanya diharapkan mencetak sumber daya manusia yang unggul namun juga terbangun etika akademik yang penuh kejujuran, keterbukaan dan objektivitas.

Dan yang terpenting bagaimana sebagai pendidik menjadi  role model bagi mahasiswa. Role model dapat diartikan sebagai panutan  atau dalam kamus besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teladan yaitu  sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang kelakuhan, perbuatan, sifat, dan sebagainya) dari seseorang. Maka untuk menjadi role model, sebagai pendidik harus mempertontonkan peran dan fungsinya dengan benar, jauh perilaku fraud. Tetap istiqomah dalam kata dan perbuatan. Menjadikan  kejujuran dan ucapan yang benar sebagai pagar kehidupan. Dan sebagai pendidik tak boleh kompromi bila ada sesuatu tak sesuai aturan. Harus bersikap tegas dalam kata, teguh dalam perbuatan, dan teguh dalam komitmen. Tidak berpikir jalan pintas (shortcut) untuk mencapai sesuatu dan itu sebab tak mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Ketika nilai-nilai kebaikan itu dicerminkan dalam sikap dan perilaku keseharian para pendidik, terlebih yang diberi tanggung jawab mengampu mata kuliah anti korupsi,  maka tentu akan sangat efektif dalam  pembentukan perilaku anti korupsi.  Perilaku anak didik atau mahasiswa, ditentukan  oleh sistem besar dalam sistem pendidikan di PT yang ada. Jika nilai-nilai integritas atau kejujuran dalam sistem besar itu misalnya menjadi budaya, maka mahasiswa  akan melakukan hal yang sama. Hukum keteladanan (role modeling) adalah hukum alam yang universal.  Semoga bermakna dan terus berbenah untuk negeri bebas korupsi. Merdeka!!!

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam