Jumat, 28 Agustus 2026
Opini  

Pemberdayaan Literasi

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

By, Muhd Nur Sangadji

SAAT akan pulang ke tanah air tahun 1997 dari kota Paris, Atase pendidikan di kedutaan besar RI untuk Perancis berpesan khusus kepada saya. Dr. Bagiono, DEA menyampaikan khusus pesan itu karena dia tahu saya adalah seorang guru. Dia bilang begini. Setiap kali selesai mengajar, mintalah kepada mahasiswa untuk membuat resume.

Tujuannya kata Beliau, agar mahasiswa terbiasa menulis. Kendati, bapak tidak memeriksa atau membacanya karena sibuk. Kalau mereka menulis, otomatis mereka akan membaca. Kegunaannya untuk mereka, para mahasiswa. Tapi, kalau Bapak punya waktu untuk membaca, tentu lebih baik. Begitulah percakapan saya yang terakhir sebelum bergegas menuju ke bandara Charles de Gaulle Paris untuk tujuan Jakarta.

Pesan Atdikbud (atase pendidikan dan kebudayaan) di Paris ini saya praktekkan hingga hari ini. Itu artinya, sudah 24 tahun. Semoga hasilnya terbawa pada anak didikku yang sekarang sudah menyebar ke mana-mana. Hal ini penting karena kita sangat kaya dengan budaya bertutur. Namun, miskin dengan budaya baca dan tulis. Angka kontribusi Indonesia dalam literasi dunia, kecil sekali. Kita ada di urutan 62 dari 70 negara. Itulah sebabnya, upaya pemberdayaan di bidang literasi ini harus menjadi gerakan kolektif.

Literasi itu sendiri secara umum bermakna, kapasitas seseorang dalam membaca, menulis, bicara, menghitung dan memecahkan masalah. Memberdayakannya berarti menjadikan kapasitas tersebut makin berdaya guna.


Sekira tiga Minggu lalu atau awal Agustus, saya dihubungi seorang sahabat yunior di Jakarta via WA. Ini isi pesannya.
“Assalamu’alaikum, Kak Nur. Ada nomornya Taufan Rubalang, saya butuh nomornya, ada warisan buku koleksi seorang istri sekaligus bu guru bahasa Inggris. Mau diwakafkan buat yang membutuhkan. Terima kasih. Rencananya, untuk anak-anak binaan Rubalang. Oh, ya. Hp saya yg dulu tidak bisa pakai WA, jadi mutasi ke hp ini. Ini hp Iqbal Setyarso”.

Iqbal Setyarso adalah yunior ku di Universitas Tadulako. Dia lulus di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Pernah menjadi direktur ACT (aksi cepat tanggap) Indonesia. Sedangkan, Rubalang adalah satu perkumpulan anak muda mahasiswa di kota Palu yang memberikan dirinya untuk kemanusiaan. Mereka bergerak membantu secara sukarela sambil mengajar dan belajar. Salah satu program mereka adalah membangun perpustakaan desa. Saya ikut membina mereka sudah cukup lama. Kegiatan mulia ini terus berlanjut meskipun telah banyak yang selesai sekolah.

Satu minggu lalu, Ikbal mengirimi lagi pesan via WA. Isinya berikut ini. “Assalamu’alaikum, Kak Nur. Tentang wakaf buku, ada kendala ongkos kirimnya. Wakifnya merasa berat diongkos kirim. Bagaimana jika teman-teman pembina (mungkin kak Nur cs) membantu mengongkosi biaya pengiriman? Wakifnya, almarhumah istri teman saya (dulu guru Bahasa Inggris SMP Negeri di Bogor). Semoga ada solusi untuk itu. Afwan, ini hp baru Iqbal Setyarso, yg lama sudah tidak aktif. Maaf, merepotkan”.


Permintaan Iqbal ini saya rundingkan dengan kawan-kawan karib ku. Mereka menyetujui. Sekarang proses pengirimannya sedang dilakukan. Bukunya bermacam judul. Pemiliknya, suami Isteri yang suaminya telah berpulang abadi ke haribaan Ilahi.

Hal yang relatif sama terjadi pada sahabat karib senior. Belum lama ini meninggal dunia. Beliau dosen senior di Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako. Beliau juga penulis buku. Kami memanggilnya Mas Mul. Nama lengkapnya Maulid Mulyono. Pada acara ta’zia via Zoom, istrinya meneruskan amanah suaminya. Menyerahkan semua buku miliknya ke perpustakaan Fakultas.

Dari dua cerita kecil ini, saya fikir kita tidak kekurangan buku. Hanya, pemanfaatannya yang tidak optimal. Jujur saja, banyak buku di lemari kita hanyalah pajangan saja. Kita hampir tidak punya waktu untuk membacanya. Dari pada begitu, lebih baik kita donasikan ke pusat baca. Ke perpustakaan atau ruang baca di pusat keramaian. Ini baru satu sudut dari upaya mendorong spirit pemberdayaan literasi. Sangat sederhana, tapi bila jadi gerakan. Dahsyat luar biasa.


Sore tadi, saat artikel ini saya tulis. Masuk kabar dari anak-anak muda pegiat literasi. Mereka ini saya kenal sejak mahasiswa. Ada tokoh penggeraknya. Aktifis mahasiswa pada zamannya. Namanya, Mahfuz. Dia mengirimi berita kepada saya seperti berikut.

“Saya izin kirim kabar. Alhamdulillah Gerakan Lapak Baca Kamisan yg sebelumnya di depan Taman Universitas Tadulako. Sekarang sudah mulai jalan lagi Pak Nur. Tapi, lokasinya dipindahkan ke Taman Bumi Nyiur Bantaya Siralangi Pak. Sudah 2 dua kamis terakhir berjalan dengan Prokes Ketat”.

Saya sangat senang mendapat berita ini. Saya ingat lagi gerakan baca lapak. Awalnya, gerakan ini lahir dari keresahan Mahfuz dan beberapa Kawannya. Idenya pertama kali muncul, kata Mahfudz, “karena Kami yg suka membaca buku, sangat jarang bertemu dengan pembaca-pembaca buku yang lain. Akibatnya, tidak terbentuk ruang diskusi soal buku yang kami baca”.


Mahfudz melanjutkan ceritanya. “Alhamdulillah, dengan adanya Lapak Baca Kamisan secara rutin, akhirnya ada ruang untuk berdiskusi bebas”.

Selain itu, ada banyak Penulis Muda Lokal yang sudah cetak bukunya sendiri. Tapi, masih sangat minim terpublikasikan dan minim apresiasi. Nah, ini juga yang jadi misi kami. Agar Penulis-Penulis Lokal Palu ini bisa dikenalkan ke pembaca di Palu, ujar Mahfudz.

Sampai saat ini, sudah ada 5 Organisasi yang bergabung. Mereka adalah, Lembaga Pers Mahasiswa Silolangi FKIP UNTAD, Asosiasi Mahasiswa Kecamatan Moutong, HMI Cabang. Palu Komisariat FKIP UNTAD, Ikatan Pelajar Mahasiswa Sirenja dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNTAD.

Harapannya, ini bisa makin banyak organisasi yang bergabung. Dan ini bisa jadi pusat Gerakan Literasi di Palu yang dibuat secara rutin dan berkelanjutan. Memberdayakan mereka, hanya butuh sedikit saja sentuhan dan kesungguhan kita. Sebab mereka telah punya spiritnya dari dalam (the inner beauty). Semoga.🤲🤝

(Penulis, Associate Profesor bidang Ekologi Manusia di Faperta Universitas Tadulako)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global