Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Sistem Ekonomi Kerakyatan Mencuat, Rendy: Sudah Lama Saya Simpan Gagasan Ini

H. Rendy A Lamadjido. Foto: Istimewa

PALUEKSPRES, PALU– Gagasan ekonomi kerakyatan kembali digaungkan oleh otoritas pengambil kebijakan ditingkat daerah sebagai alternatif dan jawaban atas indikasi stagnasi pertumbuhan ekonomi.
“Ketika orang ramai bicara topik ekonomi kerakyatan, sejak lama saya sudah menyimpan gagasan itu berdasar potensi wilayah,” kata mantan Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah, H. Rendy A. Lamadjido dihubungi dari Palu, Selasa (28/9/2021).
Mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut menjelaskan, sistem ekonomi kerakyatan adalah suatu sistem perekonomian yang berlandaskan pada ekonomi rakyat sebagai kekuatannya. Ekonomi rakyat sendiri merupakan kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh rakyat dengan pengelolaan berbagai sumber daya ekonomi secara swadaya, tergantung pada apa saja yang dapat mereka usahakan dan kuasai.
Rendy mencontohkan, ekonomi kerakyatan yang sesuai diterapkan di Kabupaten Tojo Unauna (Touna) adalah sektor perikanan laut dan pertanian berdasarkan potensi daerah ini.
“Touna potensinya adalah perikanan laut dan pertanian,” ujarnya.
Aktivitas ekonomi yang didorong berdasarkan potensi Kabupaten Touna tersebut kemudian diwujudkan dengan munculnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tiga sektor, yaitu, primer, sekunder, dan tersier. Sektor primer yang digarap UMKM meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Misalnya bagi nelayan, bentuk koperasi nelayan atau kelompok nelayan dengan memodali mereka dengan kapal penangkap ikan modern,” kata Rendy.
Dari aktivitas perikanan tersebut, nelayan atau kelompok nelayan didorong untuk menangkap ikan tuna untuk tujuan ekspor. Sehingga, sektor sekunder dengan sendirinya ikut bergerak jika pemerintah mengintervensi dengan mendatangkan investor.
“Ajak investor bangun pabrik di wilayah itu,” imbuhnya.
Adapun upaya untuk menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi, nelayan atau kelompok nelayan dikoordinir Perusahaan Daerah sebagai induk yang dikelola dengan manajemen modern.
“Libatkan anak-anak muda sarjana akuntansi dan manajemen untuk jadi manajer tiap kelompok nelayan. Insya Allah sejahtera nelayannya,” kata Rendy. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital