Sabtu, 29 Agustus 2026
Palu  

Perekrutan PPPK Belum Akomodir Tenaga Kependidikan

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah (Tengah) didampingi Anggota DPRD Sulteng Fraksi PKS, Wiwiek Jumatul Rofi'ah (dua dari kanan) dalam keterangan pers, Minggu 10 Oktober 2021 di salah satu warkop di Palu. Foto: Hamdi/PE

PALUEKSPRES, PALU – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menyatakan pihaknya tengah mendorong pemerintah untuk memasukkan tenaga kependidikan dalam nomenklatur perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dimana tahun ini diketahui pemerintah sedang membuka penerimaan PPPK sebanyak 1 juta tenaga guru. Namun belum mengakomodir tenaga kependidikan.

“Soal P3K ini, PKS sudah sejak awal mengingatkan bahwa hal ini potensial. Kita termasuk yang mengusulkan agar yang inklusi, guru bahasa daerah, guru agama, kesenian. Kemudian bahasa asing dan guru olahraga,” ungkap Ledia Hanifa Amaliah, Minggu 10 Oktober 2021 di Palu.

Untuk itu kedepan pihaknya juga akan mendorong sekaligus mengusulkan agar nomenklatur perekrutan guru dimasukkan untuk tenaga kependidikan.

“Yang belum berhasil dimasukkan adalah tenaga kependidikan di sekolah. Seperti operator, tata usaha dan administrasi. Ini ngga bisa masuk karena nomenklaturnya masih guru. Kalau dia jadi tenaga kependidikan, InsyaAllah bisa masuk. Ini menjadi bagian dari pekerjaan rumah kedepan,”katanya.

Langkah yang telah dilakukan bersama saat ini ujarnya adalah mengusulkan penerima guru tersebut juga untuk tenaga kependidikan.

“Udah minta ke PAN RB dan Kemendikbud. Karena sejak awal nomenklaturnya cuma menyebut guru. Jadi sejuta guru itu masih sekedar guru. Belum sampai ke tenaga kependidikan,”ucapnya.

Pada bagian lain Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini menyatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan siap memenuhi kebutuhan satu juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari tenaga guru.

Meski demikian, mereka yang dinyatakan lulus untuk seleksi tahap pertama tersebut hanya sebanyak 170 lebih atau tidak memenuhi kuota sebagaimana yang disediakan pemerintah.

“Jadi dari satu juta kuota, yang daftar hanya hampir 600 ribuan. Kemudian yang lolos juga cuma 170 ribu lebih, berarti kan sisanya masih banyak,”tambahnya.

Meski kata dia secara keuangan cukup, tapi problem lainnya adalah banyak daerah yang tidak berani mengusulkan PPPK ke pusat.

“Selalu dikatakan, daerahnya tidak mengusul. Kenapa daerah tidak mengusulkan, karena ada Perpres yang menyebutkan, kalau ada P3K yang diangkat, gajinya dari pemerintah pusat, tapi tunjangan ditanggung pemerintah daerah dan nominalnya sama. Nggak akan kuat pemerintah daerah,”paparnya.

Akibatnya, banyak bupati yang protes ke komisi X. Yang tadinya mereka mau mengangkat 2000 P3K. Namun karena Perpres, maka yang diusulkan hanya berkisar 200.

Masih menurut Ledia, yang membuat banyak daerah tidak mengusulkan karena keterbatasan anggaran. Ternyata, sebagian besar pemerintah daerah kita yang katanya anggaran pendidikannya sudah 20 persen sesuai undang-undang.

“Jadi tidak semua dialokasikan dari keuangan daerah. Untuk memenuhi 20 persen itu menunggu transfer dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Persoalan lain yang menyebabkan tidak terpenuhinya kuota tersebut adalah ada beberapa tenaga guru yang tidak masuk dalam PPPK. Seperti guru agama, guru olahraga, guru bahasa daerah, guru kesenian, guru sekolah inklusi dan guru bahasa asing.

Karena itu komisi X sebutnya membentuk panitia kerja (Panja) dan berdiskusi lebih dalam meminta agar tenaga-tenaga guru tersebut dimasukkan.

“Problem besar lain adalah yang diujikan adalah pengetahuan, sementara pengetahuankan selalu berkembang. Selama ini ketika ada pelatihan-pelatihan dari Kemendikbud, guru honorer banyak yang gak masuk,”tambahnya lagi.

Selanjutnya sertifikasi guru juga tidak dimasukkan sebagai bonus tambahan, sehingga banyak dari mereka yang masih muda yang lolos.

“Karena kalau negara kan pikirannya kalau yang lebih muda dianggap masih panjang pengabdiannya. Kalau yang sudah tua, nanti sebentar lagi ada pergantian, repot lagi. Itu mungkin cara berpikirnya,” jelasnya.

Ia mengakui banyak yang kecewa dengan hal itu, khususnya mereka yang sudah pengalaman.

“Memang banyak yang sedih karena banyak yang lulus tapi belum punya pengalaman, gak punya sertifikasi tapi masuk. Bahkan honorer di sekolah negeri itu juga tidak masuk,” pungkasnya. (mdi/paluekspres)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global