Jumat, 18 September 2026
Opini  

Panen di Kebun Sendiri

Nur sangadji. Foto: Dok

Oleh, Muhd Nur SANGADJI

Penyair berkelas dunia, Khalil Hibran pernah menoreh sajak tentang negeri yang bergantung. Beliau mengurai kalimat yang sangat menyentuh relung orang yang masih punya mertabat. Saya ambil penggalan yang relevan dengan topik tulisan ini. “Ibalah hati melihat negeri yang sarat kepercayaan, namun sepi agama. Memakai sandang, namun bukan hasil tenunannya. Menyantap pangan, namun bukan hasil ladangnya. Meminum anggur, namun bukan hasil perasannya.

Syair ini dijawab oleh pandemi Covid- 19 memberikan pelajaran tentang pentingnya memproduksi sendiri kebutuhan dasar manusia. Pangan. Cukup lama kita mengandalkan istilah ketahanan pangan. Padahal, ini bermakna ketersediaan yang bersumber dari mana saja. Produksi sendiri maupun impor.

Covid- 19 pula yang memaksa kita untuk memindahkan diksi dari ketahanan menjadi kedaulatan. Makna dari yang terakhir ini adalah ketersediaan pangan yang berasal dari kebun sendiri. Kiranya, relevan dengan syairnya Khalil Gibran. Dan, cocok dengan judul tulisan ini.


Sekitar tahun 1996 akhir, saya memberikan argumentasi tentang swasembada pangan. Kala itu, kami yang berhimpun dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia se Eropa sedang berkumpul di Paris. Dalam waktu bersamaan, di sebelahnya, di kota Roma. Presiden Soeharto sedang berpidato dalam forum PBB – FAO (food Agriculture Organisation).

Pak Harto diundang beri pidato lantaran Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan, khusnya beras. Pencapaian yang luar biasa. Tapi, nasib petani produsen kurang mendapat porsi apresiasi. Banyak dari mereka yang hidupnya melarat. Saya bilang waktu itu, untuk apa berswasembada kalau petaninya susah. Saya menulis satu artikel terkait. “Swasembada, untung buat siapa ?”

Saya menulis di artikel itu. Dari pada menggenjot petani menjadi mesin produksi untuk pencitraan swasembada. Lebih baik berdayakan mereka agar mereka mempu membeli beras impor. Sekarang, baru saya sadar, bahwa pernyataan tersebut, tidak sepenuhnya benar. Sebab, meskipun kita punya pendapatan tinggi. Bila bahan komoditasnya tidak tersedia, tidaklah berarti apa apa. Covid- 19 mengkongkritkannya. Banyak Negara exportir menghentikan exportnya untuk menjaga stok pangan dalam negerinya.


Secara historis, makan pokok rakyat Indonesia itu, sesungguhnya tersembunyi di dalam tanah. Jenisnya umbi-umbian. Perlahan, digeser ke permukaan. Bentuknya biji-bijian. Namanya, beras, kacang kadelai dan lainnya.

Ada juga sagu, tapi pohonnya kokoh dan berumpun-rumpun. Bila dibombardir, tidak mudah musnah. Seperti juga, yang berbentuk umbi. Tidak mudah dihancurkan. Mengapa ? Karena dahulu di masa perang, sumber pangan adalah sasaran paling efektif untuk mengalahkan musuh.

Sekarang, boleh jadi lebih parah. Karena dalam banyak hal, makanan kita ada di negeri orang. Artinya, ketergantungan impor. Tentu, devisa menjadi taruhan. Bahkan, yang lebih mengkuatirkan adalah kehilangan kepemilikan. Maksudnya, kebun itu ada di samping rumah kita. Tapi, pemiliknya bukan kita. Melainkan, orang lain di negara lain. Ironik.


Saya baru saja mendapat cerita bahwa kelapa sawit yang pernah saya ikut menanamnya pada era 1989. Pemiliknya telah berpindah dari orang Indonesia (swasta nasional) ke pihak lain (baca ; orang dari negara lain). Dengan kata lain, orang memanen di tanah kita, yang pemiliknya bukan lagi kita. Bahkan, kita ikut memanen dalam status sebagai buruh.

Sejarah panjang perkebunan di era kolonial menemukan siklusnya kembali. Bedanya, tidak lagi bernama kultuurstelselnya Gubernur Hindia Belanda, Van Den Bosch tahun 1830. Atau, romusha (rodi) di era Jepang. Ini lebih halus oleh ketidakberdayaan petani. Dan atau akibat kebijakan kita yang memuluskannya.

Petani kita, dengan demikian, kehilangan akses dan aset kepemilikan sekaligus. lingkaran kemiskinan terbentuk abadi. Karena itu, kita dan terutama pemerintah, perlu mengoreksi diri. Segera bertindak kongkrit. Lindungilah petani dan asetnya dari perubahan profesi dan kepemilikan. Jangan biarkan mereka berjuang sendiri. Dari pelepasan hak, produksi hingga pemasaran produk. Penting, agar, mereka tetap bertani dengan imbalan hasil yang layak. Dan juga, agar kita ikut bangga karena melahap makanan yang diproduksi di kebun mereka sendiri. Semoga.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam