Sabtu, 29 Agustus 2026

Bencananya Bencana

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

By, Muhd Nur Sangadji

Saya mencari judul yang sesuai untuk isu yang sedang ramai dibincangkan orang saat ini. Tentang, perilaku kita dalam menghadapi bencana. Sebelum, sedang dan setelahnya.

Sesungguhnya, relatif tidak ada peristiwa bencana yang terjadi tanpa tanda. Umumnya, sudah lebih dahulu ditunjukan gejala awal oleh alam atau oleh akselerasi antropik. Persoalan kita di tahap ini adalah kepekaan. Lemahnya sentifitas pada tanda-tanda ini melahirkan kepanikan dadakan. Berikut, memproduksi korban yang tidak perlu pada saat bencananya tiba.

Ternyata, tidak cuma itu. Di tengah bencana, ada ada perampokan. Bahkan, dari harta milik korban yang telah menjadi mayat. Dipreteli dari tubuh korban. Barang perhiasan sebagai contoh. Kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga atap seng dan kayu dari rumah kosong yang ditinggal orangnya, disikat semua. Mereka ini disebut pencuri. Tapi, sesudah bencana (pasca). Aksi perampokan ini masih berlanjut. Pelakunya berubah. Wilayahnya pun berganti. Namanya, kebijakan penanggulangan. Pelakunya kita sebut koruptor.

Karena itu, saya pilih judul ini. “Bencananya Bencana”. Liquifaksi dan tsunami yang menimpa kota Palu dan sekitarnya pada tahun 2018 serta bencana Covid 29, menunjukkan bukti itu.

Dua hari berturut-turut, saya ikuti dua acara pada jam yang sama. Ini menjadi mungkin karena sama-sama dibuat di satu hotel mewah di kota Palu. Seandainya di hotel berbeda pun, kita masih mungkin mengikutinya. Asalkan, pakai perangkat on line. Inilah perilaku baru di era baru ini.

Pertemuan pertama, bertopik Workshop Penerapan Teknologi pada Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana di Provinsi Sulawesi Tengah. Kedua, workshop bertopik agak menggelitik. RTRW Dibuat Untuk Siapa..? Kedua workshop ini menjadikan Bencana sebagai inspirasi, akibat dan atau Pelajaran (lesson learn).

Ketika ada kesempatan beri pandangan pada workshop pertama. Saya mengingatkan narasumber, panitia dan peserta tentang workshop yang berefek baik. Saya bilang, tidak salah tapi tidak boleh, workshop ini hanya bicara teknologi dan pengetahuan dan promosi produk semata. Dia harus lahirkan juga langkah dan solusi untuk keluar dari masalah inti.

Saya beri sedikit ilustrasi. Tahun 2004, saya mendapat kesempatan memberikan presentasi di komunitas ex penyintas korban gempa di kota Kobe Jepang. Mereka alami bencana tahun 1995. Kejadiannya mengerikan sekali. Namun, Jepang yang frekwensi gempa sangat tinggi itu. Ternyata, punya banyak sekali gedung pencakar langitnya. Saya sempat bertanya saat melihat tebing gunung yang dibeton. Mereka menjawab, ini beton dibangun tahun 1800-an. Masih kokoh sekali.

Sebulan kemudian saya pulang ke Indonesia. Dan, menyaksikan tebing kita yang sedang dibangun pagi hari ketika saya lewat. Sore hari lagi saya balik. Dinding itu sudah rubuh. Saya bertanya, di mana duduk masalahnya. Apakah soal bahan dan alat teknologi ? Atau, soal pengetahuan atau metodologi..? Atau, soal mentalitas..?

Pengalaman saya, kita relatif tidak bermasalah dengan pengetahuan dan teknologi. Boleh jadi, soal mentalitas. Inilah kendala kita sampai sekarang. Dia adalah pusat dari bencana yang memproduksi bencana.

Soal mentalitas yang ingin saya sebut di tulisan ini adalah inisiatif, kejujuran dan keteladanan.
Teringat cerita HM Jusuf Kalla. Satu ketika, beliau kunjungi pelabuhan Tanjung Priok. Ada masalah keterbatasan ruang. Tapi, pimpinannya tidak mengambil langkah membongkar gudang tua sebagai satu satunya solusi. Padahal, izin membongkar gudang tersebut ada dalam wewenangnya.

Di waktu yang lain, saya menyimak cerita guru saya di IPB, Prof. Joko Susanto. Beliau naik taksi dari bandara ke sebuah hotel di Korea Selatan. Pada saat tiba, beliau menyodorkan sejumlah uang sebagai “tip”. Tapi, sopir itu, menolak dengan sangat santun. Waktu didesak tentang sikap tersebut. Sopir itu menjawab singkat. “Pemimpin kami memberi contoh”. Kata lainnya adalah “teladan”.

Saya jadi malu berkali-kali. Ada satu nenek yang masih relatif kuat. Bekerja sebagai cleaning servis di apartemen saya di kota Lyon. Saya jatuh iba padanya. Terbayang kalau itu nenek saya. Satu saat saya berikan sejumlah uang Frank kepada beliau. Serta merta beliau menolak dengan sangat santun. “Merci bien, trez genti. Mais excuse mois, je n’ai pas recu ca” (terima kasih banyak, Anda sangat baik hati, tapi saya tidak bisa menerima).

Kalimat ini masih terngiang hingga kini. Bahkan, hingga beberapa hari lalu. Ketika saya memaksa seorang petugas hotel di Kota Luwuk untuk menerima pemberian uang setelah membawa kopor saya. Dia dengan sangat tegas menolaknya. Namun, saya dengan sangat keras memaksanya. Dia lantas menerimanya. Mungkin ini salah satu masalahnya..? Yaitu, masalah dari bencananya bencana itu. Wallahu a’lam bi syawab. ***

(Penulis, Associate Profesor bidang Ekologi Manusia di Faperta Universitas Tadulako)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global