Jumat, 18 September 2026

Bencananya Bencana

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

By, Muhd Nur Sangadji

Saya mencari judul yang sesuai untuk isu yang sedang ramai dibincangkan orang saat ini. Tentang, perilaku kita dalam menghadapi bencana. Sebelum, sedang dan setelahnya.

Sesungguhnya, relatif tidak ada peristiwa bencana yang terjadi tanpa tanda. Umumnya, sudah lebih dahulu ditunjukan gejala awal oleh alam atau oleh akselerasi antropik. Persoalan kita di tahap ini adalah kepekaan. Lemahnya sentifitas pada tanda-tanda ini melahirkan kepanikan dadakan. Berikut, memproduksi korban yang tidak perlu pada saat bencananya tiba.

Ternyata, tidak cuma itu. Di tengah bencana, ada ada perampokan. Bahkan, dari harta milik korban yang telah menjadi mayat. Dipreteli dari tubuh korban. Barang perhiasan sebagai contoh. Kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga atap seng dan kayu dari rumah kosong yang ditinggal orangnya, disikat semua. Mereka ini disebut pencuri. Tapi, sesudah bencana (pasca). Aksi perampokan ini masih berlanjut. Pelakunya berubah. Wilayahnya pun berganti. Namanya, kebijakan penanggulangan. Pelakunya kita sebut koruptor.

Karena itu, saya pilih judul ini. “Bencananya Bencana”. Liquifaksi dan tsunami yang menimpa kota Palu dan sekitarnya pada tahun 2018 serta bencana Covid 29, menunjukkan bukti itu.

Dua hari berturut-turut, saya ikuti dua acara pada jam yang sama. Ini menjadi mungkin karena sama-sama dibuat di satu hotel mewah di kota Palu. Seandainya di hotel berbeda pun, kita masih mungkin mengikutinya. Asalkan, pakai perangkat on line. Inilah perilaku baru di era baru ini.

Pertemuan pertama, bertopik Workshop Penerapan Teknologi pada Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana di Provinsi Sulawesi Tengah. Kedua, workshop bertopik agak menggelitik. RTRW Dibuat Untuk Siapa..? Kedua workshop ini menjadikan Bencana sebagai inspirasi, akibat dan atau Pelajaran (lesson learn).

Ketika ada kesempatan beri pandangan pada workshop pertama. Saya mengingatkan narasumber, panitia dan peserta tentang workshop yang berefek baik. Saya bilang, tidak salah tapi tidak boleh, workshop ini hanya bicara teknologi dan pengetahuan dan promosi produk semata. Dia harus lahirkan juga langkah dan solusi untuk keluar dari masalah inti.

Saya beri sedikit ilustrasi. Tahun 2004, saya mendapat kesempatan memberikan presentasi di komunitas ex penyintas korban gempa di kota Kobe Jepang. Mereka alami bencana tahun 1995. Kejadiannya mengerikan sekali. Namun, Jepang yang frekwensi gempa sangat tinggi itu. Ternyata, punya banyak sekali gedung pencakar langitnya. Saya sempat bertanya saat melihat tebing gunung yang dibeton. Mereka menjawab, ini beton dibangun tahun 1800-an. Masih kokoh sekali.

Sebulan kemudian saya pulang ke Indonesia. Dan, menyaksikan tebing kita yang sedang dibangun pagi hari ketika saya lewat. Sore hari lagi saya balik. Dinding itu sudah rubuh. Saya bertanya, di mana duduk masalahnya. Apakah soal bahan dan alat teknologi ? Atau, soal pengetahuan atau metodologi..? Atau, soal mentalitas..?

Pengalaman saya, kita relatif tidak bermasalah dengan pengetahuan dan teknologi. Boleh jadi, soal mentalitas. Inilah kendala kita sampai sekarang. Dia adalah pusat dari bencana yang memproduksi bencana.

Soal mentalitas yang ingin saya sebut di tulisan ini adalah inisiatif, kejujuran dan keteladanan.
Teringat cerita HM Jusuf Kalla. Satu ketika, beliau kunjungi pelabuhan Tanjung Priok. Ada masalah keterbatasan ruang. Tapi, pimpinannya tidak mengambil langkah membongkar gudang tua sebagai satu satunya solusi. Padahal, izin membongkar gudang tersebut ada dalam wewenangnya.

Di waktu yang lain, saya menyimak cerita guru saya di IPB, Prof. Joko Susanto. Beliau naik taksi dari bandara ke sebuah hotel di Korea Selatan. Pada saat tiba, beliau menyodorkan sejumlah uang sebagai “tip”. Tapi, sopir itu, menolak dengan sangat santun. Waktu didesak tentang sikap tersebut. Sopir itu menjawab singkat. “Pemimpin kami memberi contoh”. Kata lainnya adalah “teladan”.

Saya jadi malu berkali-kali. Ada satu nenek yang masih relatif kuat. Bekerja sebagai cleaning servis di apartemen saya di kota Lyon. Saya jatuh iba padanya. Terbayang kalau itu nenek saya. Satu saat saya berikan sejumlah uang Frank kepada beliau. Serta merta beliau menolak dengan sangat santun. “Merci bien, trez genti. Mais excuse mois, je n’ai pas recu ca” (terima kasih banyak, Anda sangat baik hati, tapi saya tidak bisa menerima).

Kalimat ini masih terngiang hingga kini. Bahkan, hingga beberapa hari lalu. Ketika saya memaksa seorang petugas hotel di Kota Luwuk untuk menerima pemberian uang setelah membawa kopor saya. Dia dengan sangat tegas menolaknya. Namun, saya dengan sangat keras memaksanya. Dia lantas menerimanya. Mungkin ini salah satu masalahnya..? Yaitu, masalah dari bencananya bencana itu. Wallahu a’lam bi syawab. ***

(Penulis, Associate Profesor bidang Ekologi Manusia di Faperta Universitas Tadulako)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam