Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Ketua FKUB Sulteng: Konflik Beragama karena Interaksi Komunikasi yang Minim

PALUEKSPRES, PALU– Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof Dr H. Zaenal Abidin, M.Ag mengatakan Indonesia adalah Negara yang kaya akan keragaman, baik dari segi budaya, suku, bahasa, maupun agama dan kepercayaan.
Keberagaman ini menurutnya perlu dirawat secara terus menerus melalui ruang interaksi-komunikasi, termasuk merawat keberagaman beragama.
“Melalui dialog akan diketahui apa keinginan seseorang atau kelompok. Ibaratnya suami istri yang tak terbangun komunikasi yang baik akan sering terjadi konflik,” kata Prof Dr. Zaenal Abidin saat memaparkan materinya pada Orientasi Penguatan Moderasi Beragama, Senin (27/12/2021) di Hotel Santika Palu.
Secara sosiologis kata mantan Rektor IAIN Datokarama Palu ini, konflik beragama terjadi akibat kurangnya ruang interaksi-komunikasi, yang berujung terjadinya prasangka sosial antarumat beragama. Sikap prasangka ini menimbulkan rasa saling curiga satu sama lain, tidak hanya curiga dengan umat agama lain tetapi dengan umat agama yang sama pun saling berprasangka.
“Akibat adanya prasangka ini, maka krisis keberagaman beragama pun semakin menjadi ancaman yang nyata dalam terciptanya konflik nilai,” kata ketua MUI Kota Palu itu.
Terlebih lagi di tengah arus globalisasi ini dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, membuat peristiwa di suatu wilayah akan cepat diketahui di wilayah lainnya. Termasuk berita hoaks dan bersifat provokatif. Sehingga, isu-isu SARA dari suatu wilayah akan sangat mudah ditransfer ke wilayah lain.
Ia memberi contoh isu ras yang berawal di Pulau Jawa, dalam hitungan detik telah melahirkan protes dan kerusuhan di Papua. Apalagi menurutnya jika terkait dengan isu agama, efeknya akan jauh lebih luas karena sentimen agama dapat melampaui batas-batas Negara.
Sehingga, isu agama pun rentan menjadi media yang mengaburkan kebenaran, dan bukan mewartakan kebenaran.
Agar relasi sosial umat beragama kembali mesra dan kehidupan sosial kembali berlangsung dalam harmoni, maka seluruh umat beragama perlu bersama -sama mencari strategi terbaik untuk mengembangkan kerukunan dalam para digma global. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital