Minggu, 5 April 2026

Perhatikan Puncaknya di Indonesia pada Februari–Maret. Yang Sudah Vaksin Pun Dapat Terpapar Omicron. Ini Sebabnya

ilustrasi laboratorium/ foto: jawapos

”Saya sudah katakan sejak awal bahwa varian Omicron tak ringan ya. Bahkan sama juga bisa menyebabkan kasus kematian. Di Australia terjadi juga bahkan seorang atlet 23 tahun, dan tak ada komorbid, serta sudah vaksinasi 2 dosis,” kata Dicky kepada JawaPos.com, Minggu (9/1).

Dicky menjelaskan, tak ada istilah gejala ringan. Sebab, semua varian tetap bisa menyebabkan 1 persen fatalitas atau kematian dan bisa menyebabkan pasien masuk ICU.

Dengan adanya orang yang sudah divaksinasi, kata dia, jumlah orang yang memiliki imunitas makin banyak. Akan tetapi di sisi lain, varian Omicron mampu mereinfeksi seseorang terinfeksi kembali.

”Maka ini akan sangat rawan. Banyak orang abai maskernya,” ucap Dicky.

Karena itu, kata dia, Indonesia selalu terlambat dalam hal puncak kasus Covid-19. Sebab hal itu dipengaruhi kondisi geografis dan demografis masyarakat.

”Indonesia ini terlambat puncak kasusnya. Menurut saya puncak bukan Januari. Kita ini beda dari sisi demografis dan geografis,” jelas Dicky.

Seperti diketahui bahwa kasus Covid-19 Omicron mulai menyumbang kenaikan jumlah pasien di rumah sakit Wisma Atlet. Terutama kasus terjadi disumbang pelaku perjalanan dari luar negeri. (jp/pe)