Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Optimasi Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa

Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Keunggulan Penyelenggaraan Pendidikan
Firima Zona Tanjung. Foto: Dok

Praktik Kini untuk Nanti. Keterampilan berbahasa siswa, termasuk kreativitas, tidaklah terwujud dalam sekejap. Oleh karena itu, kontinuitas latihan atau praktik menjadi langkah pamungkas selama proses pembelajaran berlangsung. Misal, orientasi suatu pembelajaran adalah penguasaan tata bahasa kemudian beragam opsi pun dihadirkan untuk mengajarkan aspek kebahasaan tersebut, sebut saja salah satu opsinya yaitu permainan tata bahasa berantai (chain games). Permainan ini menuntut setiap siswa untuk menyebutkan kata secara bergantian dengan mengacu pada struktur kata yang sudah dibuat oleh pemain sebelumnya. Tentu saja, permainan ini bisa dimainkan baik dalam mode pembelajaran tatap muka maupun daring. Khusus untuk mode daring, guru bisa memanfaatkan fitur breakout room  pada aplikasi video conferencing. Setiap grup bisa beranggotakan 4-6 orang atau berskala kecil sehingga mendorong partisipasi aktif seluruh anggota grup. Selanjutnya, setiap grup diundang ke dalam breakout room yang berbeda dan diminta untuk memulai permainan. Perlu ditekankan bahwa guru harus memonitor dan memastikan setiap siswa menyebutkan kata karena ini melatih kreativitas, spontanitas, dan kesinambungan dalam merangkai kata. Jika sebuah kalimat telah disusun, setiap grup bisa diundang kembali ke conferencing room besar dan membagikan hasil permainan mereka. Di bagian akhir sesi presentasi hasil, guru bisa memberikan umpan baliksekaligus verbal reward sehingga siswa semakin termotivasi untuk menunjukkan performa belajar yang lebih baik pada pembelajaran berikutnya.     

Bantu siswa untuk terus berkreasi. Hal ini memang tidak termasuk dalam tahapan membantu siswa menumbuhkan kreativitas mereka tetapi lebih dimaksudkan bagi para guru. Pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana cara membantu siswa agar konsisten berkreasi atau berpikir kreatif? Jawabannya, tentu saja ada pada komitmen profesional para gurunya. Poin utama komitmen ini telah berulangkali disebutkan oleh Prof. Dr. Nenden Sri Lengkanawati, M.Pd., Guru Besar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia. Salah satunya dalam artikel ilmiah beliau “Learner Autonomy in the Indonesian EFL Settings” tahun 2017. Singkatnya, siswa akan mampu meningkatkan keterampilan dan motivasi mereka dalam mempelajari bahasa Inggris apabila dukungan dan profesionalisme gurunya juga tinggi terhadap proses belajar para siswanya.

Dengan implementasi tiga langkah di atas dan komitmen tinggi para guru pada profesinya, diharapkan siswa mampu meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, rasa ingin tahu, keterampilan berbahasa dan kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa Inggris. Tidak lupa, penerapan mode kelas (tatap muka, hybrid, atau daring) yang bervariasi, utilisasi teknologi, dan beragam strategi pengajaran juga harus diperhatikan sehingga siswa-siswa ini nantinya dapat berkolaborasi satu sama lain, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional, guna memenangkan tantangan masa depan. Aamiin. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital