Sabtu, 8 Agustus 2026

Film “GREAT WHITE”, Bertahan Hidup Melawan Hiu Ganas

Poster film Great White

Oleh Jeri Wongiyanto (Pengamat Film)

FILM yang berkisah teror ikan hiu, sudah menjadi trend Hollywood, mulai studio produksi kecil hingga besar. Kini Australia mencoba peruntungan lagi setelah executive produser Jack Christian cukup sukses dengan film “47 Meters Down”. Kini Jack bekerjasama dengan Christopher Figg, Neal Kingston dan Michael Robertson, mempercayakan penyutradaraannya kepada Martin Wilson, lewat film “Great White”.

Film ini bergenre horor thriller, mengisahkan hiu putih ganas  meneror yang wisatawan.  Sebenarnya film ini telah dirilis pada Mei 2021 lalu, karena pandemic Covid baru dirilis di Indonesia bilan ini. Dibintangi oleh Katrina Bowden, Aaron Jakubenko, Kimie Tsukakoshi, Tim Kano, Te Kohe Tuhaka, Jason Wilder dan  Tatjana Marjanovic.

Great White’ berfokus pada  kisah sepasang kekasih yang memiliki bisnis pesawat wisata sewaan, Kaz Fellows (Katrina Bowden) dan Charlie Brody (Aaron Jakubenko). Suatu ketika mendapat klien sepasang suami istri Joji Minase (Tim Kano), dan Michelle (Kimie Tsukakoshi), untuk melakukan penerbangan wisata ke Pulau Hell’s Reef. Bersama sang juru masak  Benny (Te Kohe Tuhaka) mereka pun terbang ke pulau itu.

Namun, penerbangan yang menyenangkan ke wilayah terpencil berubah menjadi mimpi buruk bagi lima penumpang ini, saat menemukan sesosok mayat yang telah diserang hiu di pantai Hell’ss Reef.

Sebagai pilot Charlie, mencoba mencari tahu, penyebab kematian mayat tersebut. Sayangnya justru pesawat amfibi mereka hancur dalam serangan hiu yang ganas,  Mereka terjebak di perahu sekoci, jauh 150 mil dari pantai dengan hiu pemakan manusia bersembunyi di bawah permukaan yang siap menyerang.

Penonton pun diajak mengikuti petualangan mereka selanjutnya. Mencekam dan mengerikan, menyaksikan lima orang di tengah laut yang terombang ambing mencoba bertahan hidup dalam intaian dua hiu putih besar yang siap menelan korban.

Film jenis ini memang banyak disukai penonton. Teror yang mencekam berhasil dibangun sutradara, kengerian dan ketegangan menjadi satu. Apalagi melihat pertarungan hidup mati melawan predator yang paling mematikan di alam laut. Cukup memicu adrenaline hingga film usai.

Film ini nyaris membosankan di tengah durasi, untung saja, sutradara Martin Wilson segera mengejutkan penonton dengan kengerian demi kengerian!***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital