Senin, 6 April 2026

Bupati-Wali Kota di Sulteng Diminta Bekerjasama Tuntaskan Stunting

Asisten Administrasi Umum Pemprov Sulteng Muliono dalam pembukaan Rakerda Bangga Kencana BKKBN Sulteng, Selasa 15 Maret 2022 di Hotel Santika Palu. Foto: Biro Adpim Setdaprov

Sebelumnya Muliono mengungkapkan beberapa parameter program Bangga Kencana di Sulteng yang cukup menggembirakan beberapa tahun bela.

Hasil Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Sulteng menurun cukup drastis dalam 1 dasawarsa terakhir. Dari 1.95 persen pada tahun 2010 menjadi 1,22 persen pada tahun 2020.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan penduduk Sulteng pada tahun 2020 sebanyak 3.096.976 jiwa.

Namun menurut Muliono, pada kenyataannya, berdasarkan SP 2020, jumlah penduduk Sulteng hanya sebanyak 2.985.734 jiwa. Artinya, telah terjadi penghematan penduduk sebanyak 111.242 atau 3,59 persen. Penghematan jumlah dan penurunan laju pertumbuhan penduduk ini bukanlah suatu kebetulan.

Tetapi merupakan hasil kerja keras semua pihak khususnya BKKBN, Organisasi Perangkat Daerah Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (OPD Dalduk dan KB). Baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota serta seluruh mitra kerja dan stakeholder.

“Saya mengajak kita semua merilah kita pertahankan prestasi demi mewujudkan Sulteng yang lebih sejahtera dan maju,” ujarnya.

Parameter lain yang tidak kalah pentingnya ucap Muliono adalah angka kelahiran atau fertilitas. Angka fertilitas di Sulteng telah mencapai 2,43 anak telah mendekati angka fertilitas pengganti 21 anak. Sebagai syarat untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang.

Penurunan fertilitas ditunjang dengan penurunan kelahiran pada remaja usia 15 sampai 19 tahun. Kelahiran pada usia remaja ini telah turun dari 53 menjadi 36 kelahiran pada setiap 1.000 remaja putri usia 15-19 tahun.