Sabtu, 8 Agustus 2026

Elaborasi Prasyarat Menjadi Produsen Udang Terbesar

Catatan Singkat, HUT SCI ke- 17

Oleh Dr Hasanuddin Atjo, Ketua SCI Sulawesi

MENYONGSONG Munas SCI (Shrimp Club Indonesia) di Bali 18-19 Mei 2022, sengaja menulis artikel yang terkait apa yang menjadi prasyarat jika Indonesia berkeinginan kuat menjadi produsen udang terbesar. Mengalahkan negara dengan SDA terbatas jauh dibawah Indonesia.

Pemerintah memiliki keinginan agar menjadi produsen udang terbesar dunia. Keinginan ini tergambar dari proyeksi KKP, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, akan menggenjot produksi udang naik sebesar 250 persen dari 800 ribu ton di 2019 menjadi 2 juta ton pada akhir tahun 2024.

Keinginan itu dinilai sangat relevan dan beralasan, karena peningkatan produksi udang, menjadi salah satu major project PresidenJokowi dan Ma’ruf Amin priode 2019-2024 dari 141 major project. Selain itu, pasar makin terbuka , dan permintaannya terus meningkat. Dunia kekurangan suplai diperkirakan 1,5 juta ton dari kebutuhan 6 juta ton.

Memiliki garis pantai terpanjang ke 2 yaitu hampir 100 ribu km, beriklim tropis dan merupakan negara yang berbasis kepulauan serta memikiki potensi areal pertambakan sekitar 1,5 juta hektar, ikut memperkuat keinginan menjadi yang terbesar. Dan untuk itu diperlukan sebuah skenario “lompatan”; cepat, tepat serta implementatif.

Equador, India dan Vietnam boleh dikatakan pendatang baru dalam usaha budidaya udang dan saat ini menjadi tiga besar produsen udang dunia. Dan menggeser “seniornya” Indonesia maupun Thailand yang sejak lama dikenal sebagai negara “jago”dalam budidaya udang, lebih khusus jenis Peneaus monodon.

Meskipun garis pantainya sekitar 2.700 km, Equador di tahun 2021 menjadi produsen udang terbesar dengan produksi mendekati 1,2 juta ton, menyusul India berproduksi di tahun yang sama sekitar 800 ribu ton dengan garis pantai 8.700 km, serta Vietnam yang bergaris pantai 3.700 km berproduksi sekitar 600 ribu ton di 2021 (the global shrimp aquaculture survey-forcase, 2021)

Indonesia menurut data the global shrimp, di 2021 produksi udangnya mendekati 500 ribu ton, sementara data KKP tercatat sekitar 900 ribu ton. Menjadi pertanyaan kemudian bagaimana skenario ketiga negara itu sehingga dengan potensi SDA terbatas, lebih kecil dari Indonesia, kemudian bisa menjadi terbesar?.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital