Sabtu, 8 Agustus 2026

Wajah Alumni, Wajah Gurunya!

Muhd Nur Sangadji/ foto: Ist/PaluEkspres

Maka lama waktu di bangku kuliah harusnya mampu mensinergikannya. Empat sampai lima tahun masa studi, harusnya telah memberi bekal pada aspek kognitif (know how), afektif (attitude) dan psikomotorik (skill). Tiga modal ini mestinya sudah diinjeksikan secara efektif oleh para guru dengan responsif mahsiswa dalam pola “student learning system”. Pasti, bukan cuma soal terserap di dunia kerja, tapi juga berkontribusi kongkrit bagi negeri.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tempat belajar di kampus adalah ruang formal. Sedangkan, IKA mengambil peran di ruang non formal. Tentu, dengan waktu yang relatif pendek dan bersifat insidentil. Pastilah, kekerabatan dan hubungan psikologis tidak bisa dihindari.

Dengan begitu maka, alumni membantu alumni adalah hal yang wajar-wajar saja. Sepanjang kaidah kompetensi tidak diabaikan. Perlu serius di soal ini, sebab tipis sekali dengan nepotisme bin almamaterisme. Namun, bila setiap organisasi alumni meminta Rektor harus alumninya. Itu, bukan cuma wajar, logik dan pantas, tapi juga bermakna akuntabel. Sebab, dia adalah wujud dan bukti nyata dari keberhasilan guru dalam mendidik. Dan, guru yang baik akan selalu membuka atau memberi jalan untuk dilalui muridnya. Hingga, alumni yang adalah muridnya, bisa menjadi pemimpin. Di masyarakat dan atau di universitasnya sendiri. Wallahu a’lam ***

(Penulis adalah Associate Profesor bidang Ekologi Manusia di Faperta Universitas Tadulako)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital