Sabtu, 8 Agustus 2026

Juni 2022, Laju Inflasi Kota Palu  Melampaui Kondisi Pasca Bencana Pasigala

Tabel data inflasi Kota Palu. Foto: Tangkapan layar

PALUEKSPRES, PALU– Laju inflasi Kota Palu pada bulan Juni 2022 mencapai 3,24 persen,  tertinggi kurun empat tahun terakhir.  Sementara inflasi bulan Mei terhadap Juni 2022 sebesar 0,29 persen.

Berdasarkan catatan yang diperoleh redaksi dari BPS Kota Palu, laju inflasi bulan Juni 2022 melampaui laju inflasi pasca-bencana Pasigala pada periode yang sama. Tercatat, laju inflasi pasca-bencana Pasigala pada periode Juni 2019 sebesar 2,13 persen. Selanjutnya, laju inflasi bulan Juni 2020 sebesar 0,60 persen. Dan, bulan Juni 2021 mencapai 0,52 persen.  

Sedangkan Inflasi tahun ke tahun Juni 2022 terhadap  Juni 2021 9 (y o y) sebesar 4,90 persen.   Sementara  inflasi Juni 2021 terhadap Juni 2020 (y o y) sebesar 1.73 persen, Juni 2020 terhadap Juni 2019  sebesar 0,98 persen dan inflasi Juni 2019 terhadap Juni 2018 sebesar 5,32 persen.

Kepala BPS Kota Palu G. A. Nasser mengatakan, selama Juni 2022, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,29 persen yang dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga atau  inflasi pada beberapa kelompok kebutuhan masyarakat.

Di antaranya, kenaikan indeks harga terjadi pada  kelompok  rekreasi, olahraga, dan budaya  sebesar 4,05 persen. Selanjutnya,  diikuti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,04 persen. Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,77 persen,  kelompok kesehatan 0,45 persen,  kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,41 persen.

“Ini lima besar kelompok kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan indeks harga atau inflasi,” kata Kepala BPS Kota Palu, G. A. Nasser melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (2/7).

Sebaliknya kata Nasser,  penurunan indeks harga atau deflasi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok pakaian dan alas kaki yang masing- masing memiliki indeks sebesar 0,09 persen. Sedangkan pada kelompok  pendidikan pada bulan Juni terpantau stabil.

Nasser menambahkan, beberapa  komoditas yang memiliki andil positif terhadap inflasi Juni 2022 di antaranya,  cabai rawit  sebesar 0,17 persen, kontrak rumah serta bawang merah  0,07 persen,  lemari pakaian serta bioskop 0,06 persen,  martabak 0,03 persen. Selanjutnya,   jagung manis, tomat, pemeliharaan atau service serta deodorant masing-masing 0,02 persen.

Adapun komoditas yang memiliki andil negatif terhadap  inflasi Juni 2022 di antaranya, ikan selar/ikan tude  sebesar 0,17 persen,  minyak goreng 0,05 persen,  ikan ekor kuning serta ikan cakalang/ikan  sisik masing-masing  0,04 persen. Kemudian, daging ayam ras 0,03 persen,  wortel, sabun cair/cuci piring, udang basah, ikan teri serta bahan bakar rumah tangga masing- masing 0,02 persen. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital