Sabtu, 8 Agustus 2026

Penduduk Miskin di Sulteng Meningkat 7.140 Jiwa Selama 6 Bulan

Ilustrasi penduduk miskin. Foto: Lombokpost

PALUEKSPRES, PALU– Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah (Sulteng) selama enam bulan belakangan ini mengalami peningkatan sebesar 7.140 orang.
Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Sulteng, Senin (18/7/2022), jumlah penduduk miskin di Sulteng pada September 2021 sebanyak 381.210 orang atau 12,18 persen dari total penduduk. Sedangkan pada Maret 2022 mencapai 388.350 orang atau 12,33 persen dari total penduduk, atau terjadi peningkatan penduduk miskin sebanyak 7.140 orang.
“Secara persentase terjadi peningkatan 0,15 persen selama periode September 2021 hingga Maret 2022,” kata Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial, Ir. Jefrie Wahido M.Si saat rilis BPS Sulteng melalui virtual, Senin (18/7/2022).
Lain halnya jika dibandingkan keadaan selama setahun, yakni dari Maret 2021 hingga Maret 2022, jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sebanyak 404.440 orang atau 13 persen dari total penduduk. Sehingga terjadi penurunan baik diri sisi jumlah maupun persentase, yaitu 16.090 orang atau turun 0,67 persen poin.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2021-Maret 2022, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebesar 3.590 orang, dan di daerah perdesaan naik sebesar 3.550 ribu orang. Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 8,82 persen menjadi 9,03 persen, sedangkan di perdesaan naik dari 13,71 persen menjadi 13,87 persen.
Secara umum, pada periode September 2013 hingga Maret 2022, tingkat kemiskinan di Sulteng mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentasenya. Namun sejak 2015, tingkat kemiskinan tersebut menunjukkan fluktuasi yang cenderung meningkat hingga 2017, sebelum akhirnya kembali menunjukkan tren penurunan hingga 2020.
Pada Maret 2020, akibat adanya pandemi Covid-19, tingkat kemiskinan kembali meningkat. Lantas menurun pada periode September 2021, kemudian kembali meningkat pada Maret 2022.
Adapun tingkat kemiskinan di Sulteng dibandingkan provinsi lain di Pulau Sulawesi merupakan tertinggi kedua.
Secara absolut, jumlah penduduk miskin Sulteng sebanyak 388.350 ribu orang adalah tertinggi kedua di bawah Sulawesi Selatan dengan total penduduk miskin mencapai 777. 000 orang.
Kondisi yang sama juga terlihat pada daerah perkotaan dan perdesaan. Secara persentase, angka kemiskinan Sulawesi Tengah sebesar 12,33 persen juga merupakan angka tertinggi kedua setelah Gorontalo.
Angka persentase ini jika dilihat berdasarkan daerah juga menunjukkan potret yang serupa, di mana untuk daerah perkotaan sebesar 9,03 persen merupakan tertinggi kedua setelah Sulawesi Barat, sedangkan untuk perdesaan sebesar 13,87 persen merupakan tertinggi kedua setelah Gorontalo.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital