Minggu, 9 Agustus 2026

Maret 2022, Kelompok Menengah dan Teratas di Sulteng Alami Penurunan Pengeluaran

Perkembangan Gini Ratio Sulteng. Foto: Tangkapan layar data BPS Sulteng

PALUEKSPRES, PALU– Selama periode Maret 2022, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami perbaikan pemerataan pengeluaran yang ditunjukkan oleh penurunan angka Gini Ratio.

BPS Sulteng melaporkan angka Gini Ratio atau ketimpangan pengeluaran pendapatan penduduk rat-arata per kapita di Sulteng periode Maret 2022 sebesar 0,308 poin, menurun dibandingkan periode September 2021 sebesar 0,326 poin.

“Bila Gini Ratio sama dengan 0, berarti ketimpangan pendapatan merata sempurna, artinya setiap orang menerima pendapatan yang sama dengan yang lain. Sebaliknya, bila Gini Ratio sama dengan 1, berarti ketimpangan pendapatan timpang sempurna, atau pendapatan itu hanya diterima satu orang atau satu kelompok saja,” kata Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial BPS Sulteng,  Ir. Jefrie Wahido M.Si pada press release BPS Sulteng secara virtual, Senin (18/7/2022).

Penyebab perbaikan pemerataan pengeluaran ini kata Jefrie, karena secara umum kelompok penduduk terbawah mengalami peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita  sebesar 2,44 persen.  Berbeda dengan kelompok menengah dan teratas yang mengalami penurunan rata-rata pengeluaran per kapita  masing-masing sebesar -3,40 persen dan -5,97 persen.

Namun demikian, seluruh kelompok penduduk di daerah perdesaan mengalami peningkatan pengeluaran perkapita. Hal berbeda terjadi pada seluruh kelompok penduduk di daerah perkotaan yang mengalami penurunan pengeluaran, dengan penurunan tertinggi dialami oleh kelompok menengah.

Sebagaimana diketahui, nilai ketimpangan pendapatan penduduk atau Gini Ratio Sulteng mengalami fluktuasi. Hal itu terlihat selama periode September 2017 – Maret 2022, terus berfluktuasi. Pada September 2017 hingga September 2018 nilainya cenderung menurun. Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode September 2017 hingga September 2018 terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Sulteng.

Namun demikian pada periode September 2018 hingga September 2019 nilainya relatif mengalami peningkatan, lalu kembali menurun pada periode September 2019 – Maret 2021, dan pada September 2021 meningkat kemudian menurun lagi pada Maret 2022.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, ketimpangan pendapatan pendapatan penduduk atau Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2022 adalah sebesar 0,343 turun sebesar 0,008 poin dibanding September 2021 yang sebesar 0,351.  Dan, tetap nilainya dibanding Maret 2021 yang sebesar 0,343 poin.

Untuk daerah perdesaan, pada Maret 2022 Gini Ratio adalah sebesar 0,272 turun masing-masing sebesar 0,006 poin dibanding September 2021 yang sebesar 0,278 poin dan 0,007 poin dibanding Maret 2021 yang sebesar 0,279 poin.

Bila membandingkan ketimpangan pengeluaran penduduk dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Provinsi Sulteng adalah yang terendah yaitu 0,308 poin.  Bahkan, menempatkan Sulteng pada urutan ke-  terendah se-Indonesia.

Ketimpangan pengeluaran penduduk di Pulau Sulawesi, tertinggi adalah Gorontalo sebesar 0,418 poin. Disusul Sulawesi Tenggara 0,387 poin, kemudian Sulawesi Selatan 0,377 poin, dan Sulawesi Utara 0,365 poin. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital