Sabtu, 8 Agustus 2026

Tiga Gubernur Sulawesi Tolak IUP PT Vale

Tiga Gubernur Sulawesi masing-masing Gubernur Sulteng Rusdy Mastura (empat dari kiri),Gubernur Sultra, Ali Mazi (tengah kuning) dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ( tiga dari kiri) foto bersama pada rapat Panja/ Foto BiroAdpim Pemprov Sulteng

PALUEKSPRES,JAKARTA- Tiga Gubernur Sulawesi sepakat menolak perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Vale Indonesia, Tbk.

Ketiganya adalah Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura.

Penolakan itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Sekjen dan Plh Dirjen Minerba Kementerian Energi, Sumber Daya, dan Mineral (ESDM) dengan tiga gubernur dan Panja PT Vale Komisi VII DPR RI.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Para Gubernur meminta konsesi lahan Vale kembali ke BUMD Provinsi dan Kabupaten/Kota masing-masing.

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura  mengatakan PT Vale minim kontribusi untuk Sulteng. Termasuk dalam lingkungan hidup, pendapatan daerah dan lainnya.

Demikian Juga Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. “PT Vale kurang optimal memberikan kontribusi 1,98 persen pendapatan ke Pemprov, sehingga kami memandang tidak ada opsi untuk perpanjangan kontrak karya bagi mereka,” jelasnya seperti siaran pers Pemprov Sulteng, Kamis.

Jika pengelola konsesi lahan Vale oleh BUMD, kata dia, maka akan siap mengontrol kesejahteraan masyarakat.

“Kami mempertahankan ini bukan karena kami Gubernur, tidak. Atau punya kepentingan, tidak, tetapi ini bisa dikontrol oleh seluruh rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi juga meminta agar tidak memberikan izin perpanjangan kontrak karya PT. Vale. “Konsesinya bisa diberikan kepada perusahaan daerah jadi ini sudah tidak panjang. Sehingga (masyarakat) menikmati hasil kekayaan kita yang diberikan dari Allah,” ujarnya.

Panja Komisi VII DPR RI dalam lingkup tugas di bidang Energi, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup. (aaa/PaluEkspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital