Selasa, 19 Mei 2026

Petani Petasia Cerita Nasibnya Jadi Korban Perampasan Lahan oleh PT ANA

Petani asal Morowali Utara didampingi FRAS Sulteng menggelar konferensi pers di kantor Komnas HAM Perwakilan Sulteng, Palu, Senin (14/11/2022). Foto: Abidin/PE

Salah seorang petani asal Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Ambo Enre, tak mampu menahan airmatanya saat memaparkan  mengenai kondisi yang dialaminya bersama keluarganya akibat dugaan perampasan lahan yang dilakukan  PT Agro Nusa Abadi (PT ANA).

“PT ANA (PT Agro Nusa Abadi) secara brutal telah merampas tanah orangtua kami yang menjadi sumber penghidupan kami selama ini,” kata Ambo Enre di hadapan sejumlah awak media di kantor Komnas HAM Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (14/11/2022).

Ambo Enre hanya segelintir dari ratusan petani yang menjadi korban dugaan perampasan lahan oleh PT ANA.  

Menurut anggota Serikat Petani Petasia Timur ini, ratusan petani senasib dengan dirinya yang telah kehilangan lahan bertani akibat perampasan lahan oleh PT ANA. Padahal, lahan tersebut telah digarap para petani, jauh sebelum kedatangan PT ANA ke Morowali Utara.

Baca juga : PSU Morut, PT Ana Diharapkan Beri Ruang bagi Karyawannya

Ia bersama orangtuanya telah bermukim dan menggarap lahan tersebut sejak 1993. Kemudian, PT ANA mulai datang ke Morowali Utara pada 2006 dan menjanjikan kesejahteraan kepada para petani.

 “Di atas lahan yang dirampas PT ANA, masih ada berdiri pondok kami yang menjadi bukti bahwa sebelum PT ANA datang mencaplok lahan kami, kami telah menggarap lahan tersebut,” ujar Ambo sambil sesekali menghapus air matanya dengan tisu yang kebetulan ada di atas meja rapat komisioner Komnas HAM Perwakilan Sulteng.

Ironisnya lanjut Ambo, pemerintah daerah memberi apresiasi  bahwa PT ANA mendatangkan kesejahteraan kepada warga. “Masyarakat mana itu yang telah disejahterakan dengan kedatangan PT ANA, justru sebaliknya, kesengsaraan  yang dialami ratusan petani di wilayah itu,” kata Ambo.

Ambo mencoba untuk lebih banyak menyampaikan kondisi yang dialaminya bersama keluarganya serta ratusan petani di Petasia Timur.  Tapi beberapa kali Ambo Enre terlihat terbata-bata berbicara karena mencoba meredam kesedihannya setiap kali menyinggung kebrutalan PT ANA dan diskriminasi perlakuan yang telah dialaminya selama ini.

“Saya sendiri sudah dilaporkan ke Polres Morowali Utara,” ujarnya sembari mempersilakan rekannya menambahkan bagaimana kondisi petani di Morowali Utara yang terusir dari lahan yang selama ini telah digarap orangtuanya selama puluhan tahun.

Rekan Ambo yang berjumlah enam orang didampingi Noval dari Front Rakyat Advokasi Sulteng, menjadi simbol perjuangan dari  ratusan petani di Petasia Timur, Morowali Utara, melalui publikasi media.

Ia bersama rekan-rekannya yang datang khusus ke kantor Komnas Perwakilan Sulteng di Kota Palu, berharap perjuangan mereka melalui publikasi media, gaungnya bisa lebih luas, di saat negara terkesan tak berpihak kepada mereka. (bid/paluekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Eksplorasi Ritme Permainan Berbasis Data Real-Time Menghadirkan Perspektif Segar dalam Dunia Gaming Interaktif
Evaluasi Matematis Pola Distribusi Simbol Mahjong Ways Dalam Ekosistem Kombinasi Dengan Variasi Nonlinier
Investigasi Pola Adaptif Grid Mahjong Ways Dalam Menghasilkan Distribusi Simbol Dengan Struktur Variatif
Studi Komputasional Dinamika Interaksi Reel Mahjong Ways 3 Menggunakan Kerangka Sistem Stokastik Berkelanjutan
Adopsi Teknologi Machine Learning Menghadirkan Tren Baru dalam Pengembangan Sistem Game Interaktif Modern
Inovasi Visual dan Algoritma Dinamis Menghadirkan Dimensi Pengalaman Baru pada Platform Gaming Masa Kini
Kajian Probabilistik Ragam Kombinasi Mahjong Ways 2 Menggunakan Model Distribusi Interaktif Multilevel
Metode Statistik Adaptif Kini Menjadi Kunci Memahami Pergeseran Ekosistem Game Digital Modern
Evolusi Sistem Interaktif Masa Kini Membentuk Cara Baru Pengguna Memahami Dinamika Digital Harian
Studi Perilaku Digital Terkini Mengungkap Pergeseran Strategi Pengguna dalam Ekosistem Interaktif Modern