Instruksi Wapres, tanggap darurat di Cianjur. Wakil Presiden (wapres) -K-H-Maruf-Amin menginstruksikan jajaran Pemerintah Provinsi Jabar dengan berbagai lembaga terkait untuk segera upaya tanggap darurat secara cepat.
Wapres juga menginstruksikan agar ada pendataan kepada masyarakat yang terdampak dan mendapat hunian sementara yang layak.
“Saya harapkan lakukan langkah yang cepat. Terutama pertolongan pada korban luka. Apalagi di daerah yang masih belum ada infrastruktur, belum ada hubungan (terisolasi), yang terpencil.”
Demikian instruksi Wapres kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat melakukan video call tadi pagi sekira pukul 08.00 WIB, Selasa (22/11/2022).
Baca juga : 100-kali-gempa-susulan-di-ciganjur
“Pastikan masyarakat terdampak punya akses listrik, MCK, kemudian tentu air, yang paling penting,” pintanya.
Wapres juga meminta agar bantuan dari pusat dan daerah dikoordinasikan dengan baik. Termasuk penyediaan akses fasilitas kesehatan dan healing center untuk menangani trauma masyarakat khususnya pada anak-anak.
“Saya minta supaya PUPR, BNPB, Menteri Kesehatan (Menkes) [untuk berkoordinasi menangani]. Saya dengar banyak yang patah tulang, supaya dokter-dokter bedah tulang, saya minta Menkes menyiapkan untuk menangani,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan dalam 24 jam terakhir tercatat 162 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut yang telah berhasil di evakuasi.
Baca juga : kpk-ott-bupati-cianjur-jabar
“70 (orang) yang luka-luka, mayoritas patah tulang, luka-luka robek kulitnya karena tertimpa benda tajam. Ada 13 ribu pengungsi, mohon atensi karena akan mengungsi dalam hitungan hari atau minggu,” ujar Ridwan.
Hadir pula Bupati Cianjur, Herman Suherman pada saat itu.
Sebelumnya, Ridwan menyebutkan bahwa belum semua warga korban gempa masuk ke titik pengungsian akibat beberapa akses jalan masih tertutup.
“Masih berdinamika Pak, karena ada wilayah yang aksesnya masih terisolir,” ujar Ridwan menjawab pertanyaan Wapres.
Namun kata dia, pagi tadi sejumlah alat berat telah maksimalkan untuk menormalisasi jalan dulu.
“Sementara kita perintahkan kepala desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) untuk melakukan tindakan dulu. Setelah jalan normal kita ada 14 titik tempat pengungsian yang nanti juga ada dapur umum,” paparnya.
Ridwan mengatakan bahwa seluruh tim penanganan bencana terkait telah berada di lokasi. Menurutnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga segera tiba di Cianjur hari ini.
Baca juga : mantan-presiden-isis-indonesia-jamin-seluruh-biaya-jihad-rohingya
“Saya dengar kabar Pak Presiden kemungkinan besok akan hadir juga tapi di lapangan seluruh aparat negara sudah mengevakuasi, jadi kehadiran aparat dan negara sudah sangat maksimal. Di pusatkan poskonya di Pendopo Bupati karena luas sekali sehingga kita bisa bangun pengungsian dan juga rumah sakit darurat,” ujar Ridwan panjang lebar.
Pada kesempatan ini, Wapres juga menanyakan pada Ridwan Kamil terkait kerusakan infrastruktur termasuk berbagai fasilitas umum yang terdampak gempa.
“Kebetulan tidak semua daerah Cianjur terdampak, satu kecamatan [paling terdampak] namanya Cugenang, listrik baru menyala 20 persen. Saya sudah minta PLN di percepat karena malam gelap, susah untuk melakukan pertolongan kalau tidak ada listrik,” jawab Ridwan.
“[Terkait infrastruktur], mayoritas jalan yang rusak kemudian paling banyak bangunan warga karena total ada 2.300-an yang rusak, mungkin Pak Wapres bisa bantu nanti arahan ke Kementarian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pak,” imbuhnya.
baca juga:kemendagri-pastikan-kpu-cianjur-salah-input-nik-e-ktp-milik-wna-ke-dpt
Wapres menyanggupi akan menginstruksikan Kementerian PUPR segera memberikan bantuan terkait penanganan infrastruktur. Termasuk mengerahkan BNPB.
Adapun untuk mempercepat proses pemulihan, Ridwan juga secepatnya akan mendata berbagai infrastruktur yang terdampak.
“Biasanya kan [kalau] 50 jutaan [per rumah] sudah 100 miliaran sendiri, kita coba data supaya proses pemulihan lebih cepat,” ujar Ridwan.
Terakhir, terkait pengoordinasian bantuan, Ridwan melaporkan bahwa Pemprov Jabar telah menyusun organisasi satu pintu dan Posko Kebencanaan juga terpusat di Pendopo Kabupaten Cianjur.
“Sehingga semua informasi keluar, bantuan yang datang, dan sebagainya semua satu pintu, tidak simpang siur. Semua sudah terkoordinir tinggal bagaimana sekarang menjangkau semua yang terdampak dalam satu hari sampai Maghrib nanti,” ungkapnya.
Sebagaimana di ketahui gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jabar dan sekitarnya, Senin siang (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. (aaa/PaluEkspres)






