100 kali gempa susulan di Cianjur kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dia mengungkapkan bahwa hingga tadi pagi masih terjadi gempa susulan lebih dari 100 kali.
“117 tepatnya, skala 1 koma sampai 4 koma. sehingga warga masih was-was.” Demikian laporan Gubernur Jabar, Ridwan-Kamil kepada Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat video call Selasa (22/11/2022) pagi pukul 08.00 WIB seperti dalam keterangan pers Sekretariat Wapres hari ini.
Akibat gempa susulan tersebut, sebagian besar penanganan korban gempa tidak di dalam ruangan. Namun penanganan terlihat di luar.
Baca juga : Empat Tahun Pascagempa Sulteng, Huntap Terbangun 4.092 unit
“Kalau dilihat di televisi banyak [korban] bergeletakan, bukan karena rumah sakit penuh Pak, tapi karena dokter dan pasien masih khawatir [ada gempa susulan] kalau dirawat di dalam,” ujar Ridwan Kamil.
Karena itu, Wapres menanyakan apakah mereka yang menjalani perawatan di luar ruangan mendapatkan tenda dan tempat tidur yang layak. Menurut Ridwan bahwa tenda dan ranjang pasien yang layak telah disiapkan.
“Jadi masing-masing pasien sudah tertangani dengan baik, satu pasien sudah punya 1 bed darurat, kasur lipat, tinggal penanganan relatif sudah baik,” ujar Ridwan Kamil.
“[Saat ini] kita sedang fokus ke daerah-daerah terpencil yang tadi masih belum terevakuasi secara maksimal,” ujarnya lagi.
Baca juga : kpk-ott-bupati-cianjur-jabar
Sebelumnya, Ridwan menyebutkan bahwa belum semua warga korban gempa masuk ke titik pengungsian akibat beberapa akses jalan masih tertutup.
“Masih berdinamika Pak, karena ada wilayah yang aksesnya masih terisolir,” ujar Ridwan menjawab pertanyaan Wapres.
Namun kata dia, pagi tadi sejumlah alat berat telah maksimalkan untuk menormalisasi jalan dulu.
“Sementara kita perintahkan kepala desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) untuk melakukan tindakan dulu. Setelah jalan normal kita ada 14 titik tempat pengungsian yang nanti juga (ada) dapur umum,” paparnya.
Baca juga : kemendagri-pastikan-kpu-cianjur-salah-input-nik-e-ktp-milik-wna-ke-dpt
Ridwan mengatakan bahwa seluruh tim penanganan bencana terkait telah berada di lokasi. Menurutnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga segera tiba di Cianjur hari ini.
“Saya dengar kabar Pak Presiden kemungkinan besok akan hadir juga tapi di lapangan seluruh aparat negara sudah mengevakuasi, jadi kehadiran aparat dan negara sudah sangat maksimal. Di pusatkan poskonya di Pendopo Bupati karena luas sekali sehingga kita bisa bangun pengungsian dan juga rumah sakit darurat,” ujar Ridwan panjang lebar.
Baca juga : kubu-02-minta-kpu-ungkap-jumlah-wna-yang-punya-ktp
Pada kesempatan ini, Wapres juga menanyakan pada Ridwan Kamil terkait kerusakan infrastruktur termasuk berbagai fasilitas umum yang terdampak gempa.
“Kebetulan tidak semua daerah Cianjur terdampak, satu kecamatan [paling terdampak] namanya Cugenang, listrik baru menyala 20 persen. Saya sudah minta PLN di percepat karena malam gelap, susah untuk melakukan pertolongan kalau tidak ada listrik,” jawab Ridwan.
Baca juga : wabup-pimpin-pelantikan-susulan-empat-pejabat-di-parimo
“[Terkait infrastruktur], mayoritas jalan yang rusak kemudian paling banyak bangunan warga karena total ada 2.300-an yang rusak, mungkin Pak Wapres bisa bantu nanti arahan ke Kementarian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pak,” imbuhnya.
Wapres menyanggupi akan menginstruksikan Kementerian PUPR segera memberikan bantuan terkait penanganan infrastruktur. Termasuk mengerahkan BNPB.
Baca juga :mantan-presiden-isis-indonesia-jamin-seluruh-biaya-jihad-rohingya/
Adapun untuk mempercepat proses pemulihan, Ridwan juga secepatnya akan mendata berbagai infrastruktur yang terdampak.
“Biasanya kan [kalau] 50 jutaan [per rumah] sudah 100 miliaran sendiri, kita coba data supaya proses pemulihan lebih cepat,” ujar Ridwan.
Terakhir, terkait pengoordinasian bantuan, Ridwan melaporkan bahwa Pemprov Jabar telah menyusun organisasi satu pintu dan Posko Kebencanaan juga terpusat di Pendopo Kabupaten Cianjur.
Baca juga : Gempa Tektonik Mengguncang Luwuk Banggai
“Sehingga semua informasi keluar, bantuan yang datang, dan sebagainya semua satu pintu, tidak simpang siur. Semua sudah terkoordinir tinggal bagaimana sekarang menjangkau semua yang terdampak dalam satu hari sampai Maghrib nanti,” ungkapnya.
Turut hadir dalam konferensi video ini Bupati Cianjur Herman Suherman. (aaa/PaluEkspres)






