Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah Rasyidi Bakry meminta jajaran pengawas Pemilu mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai di tingkat kecamatan untuk mendorong masyarakat agar ikut berperan aktif dalam memantau proses Pemilu demi terwujudnya Pemilu Luber dan Jurdil.
Hal ini disampaikan Rasyidi saat memberi sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Tata Cara Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Berdasarkan Perbawaslu No. 9 Tahung 2022.
Kegiatan Bimtek ini dihadiri oleh seluruh Ketua dan Anggota Panwascam Kabupaten Buol dari 11 Kecamatan, dengan jumlah total sebanyak 33 orang. Pembukaan diawali dengan aksi theatrical yang disajikan dengan nuansa komedi khas dari Kabupaten Buol.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah itu ikut menikmati penyambutan yang disajikan oleh Bawaslu Kabupaten Buol.
Baca juga : Palu Terbaik Kategori Umum pada Apresiasi Pengelolaan JDIH Bawaslu
Mengawali sambutan pada pembukaan kegiatan itu adalah Anggota Bawaslu Kabupaten Buol Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa, Karianto. Ia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah yang menyempatkan hadir pada kegiatan Bawaslu Kabupaten Buol.
” Pada momen ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan merasa terhormat karena kedatangan Pak pimpinan di daerah kami ini,” ujarnya.
Karianto juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan prioritas, karena menyangkut penguatan kapasitas jajaran Panwascam se-kabupaten Buol mengenai tata cara, mekanisme, dan prosedur penyelesaian sengketa antarPeserta Pemilu.
Lebih lanjut, Rasyidi menyampaikan Reformasi dan demokrasi yang kita nikmati saat ini merupakan suatu kemewahan yang kita dapatkan dari hasil perjuangan mahasiswa dan rakyat.
Olehnya, kerja sebagai pengawas pemilu, selain untuk memastikan Pemilu berlangsung Jurdil, semestinya juga dimaknai sebagai tugas mulia untuk merawat dan mengawal demokrasi.
Sebab, menurutnya, Indonesia saat ini masih terjebak dalam situasi transisi demokrasi, di mana sistem demokrasi yang ada saat ini bisa saja menjadi lebih baik atau sebaliknya justru mundur ke belakang dan kembali ke era otoriter.
Rasyidi juga mengingatkan bahwa Kabupaten Buol yang dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh-tokoh pergerakan dan intelektual, semestinya bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain bahwa hasil Pemilu yang jurdil. Hal ini merupakan wujud dari pengawasan Bawaslu dan rakyat yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin amanah, yang akan memastikan penggunaan setiap rupiah dari APBD Buol untuk kesejahteraan Rakyat.
Rasyidi meyakini hal tersebut bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
“ Dan ke depan kita akan melihat akan ada perubahan signifikan di Kabupaten Buol, kalau pemimpin yang dilahirkan dari Pemilu dan Pilkada pada tahun 2024 nanti, lahir dari proses Pemilu yang Jurdil, dan Luber,” tegasnya. (bid/paluekspres)






