Minggu, 5 April 2026

Rasio Kewirausahaan Indonesia Baru 3,47 Persen

Rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,47 Persen. Wapres KH Ma'ruf Amin menyadari bahwa pemerintah bersama para pemangku kepentingan masih harus terus meningkatkan kualitas UMKM.Wakil Presiden menyampaikan hal itu saat menghadiri Peresmian PLUT KUMKM Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2022)/ Foto: Setwapres

Rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,47 Persen. Wapres KH Ma’ruf Amin menyadari bahwa pemerintah bersama para pemangku kepentingan masih harus terus meningkatkan kualitas UMKM.

“Kita masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup serius, karena mayoritas UMKM masih berskala mikro dan kecil,” jelas Wapres seperti keterangan Biro Humas Setwapres, Selasa.

Baca juga : wapres-akan-resmikan-plut-kumkm-maros

“Selain itu, rasio kewirausahaan Indonesia juga baru sekitar 3,47% yang mesti terus kita tingkatkan,” imbuhnya.

Wakil Presiden menyampaikan hal itu saat menghadiri Peresmian PLUT KUMKM Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2022).

Baca juga : kata-bu-sri-rasio-utang-indonesia-lebih-baik-tapi

Namun Wapres meyakini kekayaan potensi ekonomi Indonesia, sehingga optimalisasi UMKM dapat dikelola dengan baik.

“Saya yakin masih banyak potensi yang bisa di kelola lebih baik lagi dan bernilai ekonomi tinggi,” terangnya.

Baca juga : berwirausaha-di-usia-remaja-kenapa-tidak

Wapres berpesan agar para pelaku UMKM dapat memberikan kontribusi dalam memajukan ekonomi daerah dan nasional melalui pemanfaatan PLUT KUMKM secara optimal.

“Saya mengimbau pelaku usaha, penggiat UMKM, dan masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan PLUT KUMKM ini sebai baiknya, sehingga berkontribusi positif memajukan ekonomi daerah dan nasional,” pungkas Wapres.

Baca juga : jangan-persulit-sertifikat-masyarakat

Sebelumnya, Wapres mendorong agar seluruh daerah mendirikan PLUT UMKM.

“Upaya pengembangan koperasi, UMKM, dan wirausaha ini sangat penting kita galakkan di seluruh daerah,” ujar Wapres. Karena kata dia, lewat upaya ini kita ingin membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Di Semarang, Wapres meresmikan secara serentak PLUT KUMKM di lima wilayah di tanah air. Yaitu PLUT Kabupaten Buleleng, Bali, PLUT Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Juga PLUT Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, PLUT Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan PLUT Kotamadya Kendari, Sulawesi Tenggara.

Wapres mengapresiasi keberadaan PLUT KUMKM yang menjadi wadah bagi pertumbuhan UMKM dan kewirausahaan.

“Saya sangat senang karena kehadiran layanan terpadu ini diharapkan menjadi akselerator tumbuh kembang koperasi, UMKM dan wirausaha yang selama ini ikut menggerakkan ekonomi,” ungkap Wapres.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan PLUT KUMKM merupakan perwujudan rumah UMKM. Yang menjadi media pemerintah mempercepat pencapaian target dan kebijakan tentang transformasi ekonomi nasional.

“Arah kebijakan tematik yang menjadi sasaran program ini adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Melalui peningkatan kualitas dan kontribusi destinasi pariwisata prioritas dan sentra industri kecil dan menengah sebagaimana amanat RPJMN 2020-2024,” ucap Teten.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha. Juga Bupati Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Agus Bastian, Bupati Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Chaidir Syam dan Bupati Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Eddy Berutu.

Mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, serta Staf Khusus Wapres Mohamad Nasir, Masduki Baidlowi, Robikin Emhas, dan Arif Rahmansyah Marbun. (aaa/PaluEkspres)