Sabtu, 12 September 2026

Produksi Beras Sulteng Surplus 86.710 Ton

Nelson Metubun. Foto: Biro Adpim Setdarpov

Kementerian Pertanian (Kementan) RI merilis produksi beras di Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami surplus 86.710 ton tahun 2022 dan menempatkan provinsi ini sebagai penyumbang surplus beras nasional di urutan ke-9.

“Surplus beras di Sulteng rata-rata bisa mencapai 90 ribu hingga 100 ribu ton setiap tahunnya,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Nelson Metubun, Rabu (11/1/2023) di ruangan kerjanya.

Dikutip dari laporan BPS Sulteng, produksi padi pada 2022 diprediksi mencapai 772 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan 95 ribu ton GKG atau 10,95 persen dibandingkan 2021 yang sebesar 867 ribu ton GKG.

Jika potensi produksi padi pada 2022 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2022 diperkirakan mencapai 455 ribu ton, atau mengalami penurunan sebanyak 56 ribu ton atau 10,95 persen dibandingkan 2021 yang sebesar 511 ribu ton.

Baca juga : INDEF: Beras Surplus 5 Tahun Terakhir, Pengamat: Ini Hasil Rintisan Andi Amran Sulaiman

Sebaliknya pada 2021 produksi padi sebesar 867 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami kenaikan 75 ribu ton GKG atau 9,74 persen dibandingkan 2020 yang mencapai 792 ribu ton GKG. Sedangkan produksi beras pada 2021 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 511 ribu ton, mengalami kenaikan  44 ribu ton atau 9,43 persen dibandingkan produksi beras di 2020 yang mencapai 467 ribu ton.

Selanjutnya, produksi padi pada 2020 mencapai 792,25 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan 52,65 ribu ton atau 6,23 persen dibandingkan 2019 sebesar 844,90 ribu ton GKG.

Kemudian pada  2019, produksi padi di Sulteng diperkirakan mencapai 844,90 ribu ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 82,07 ribu ton atau 8,85 persen dibandingkan tahun 2018. Jika produksi padi pada tahun 2019 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras di Provinsi Sulawesi Tengah pada 2019 sebesar 496,16 ribu ton atau mengalami penurunan sebanyak 48,20 ribu ton atau 8,85 persen dibandingkan tahun 2018

“Dari data yang diterbitkan BPS menunjukkan produktivitas produksi beras Sulteng masih fluktuatif. Produksi tahun 2020 misalnya tercatat 475.726 ton, naik di tahun 2021 menjadi 508.940 ton. Jumlah itu turun di tahun 2022 menjadi 450.548 ton,” kata Nelson.

Secara umum,  produktivitas pertanian padi Sulteng tercatat masih rendah, di angka 4,5 sampai 4,8 kuintal per hektare atau di bawah rata-rata nasional 5,2 sampai 5,4 kuintal per hektare. Padahal berdasarkan analisis tanah yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, potensi panen di daerah itu bisa mencapai 8,0 sampai 8,2 kuintal per hektare.

Estimasi potensi panen yang cukup menjanjikan tersebut lanjutnya, membuat pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng  menargetkan menjadi pemasok kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengingat Sulteng memiliki jarak yang strategis.

Walau punya potensi besar memasok kebutuhan pangan untuk IKN, tetapi tantangan meningkatkan produktivitas pertanian di Sulteng juga tak kalah besar.

Untuk mengatasi itu, Ia berjanji pemenuhan alat pertanian, bibit, dan pupuk akan ditingkatkan untuk petani.

“Insya Allah, kami akan tetap fokus menjadikan Sulteng sebagai daerah penyanggah kebutuhan pangan IKN sesuai harapan Bapak Gubernur,” ujarnya. (bid/paluekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam