Sabtu, 8 Agustus 2026

Menperin Luncurkan Kapal Produksi Dalam Negeri, Namanya Sama Kaya Ibu Negara

BATAM, PE – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto meluncurkan kapal semen curah Mav Iriana yang diproduksi PT Sumber Marine Batam di galangan kapal Tanjunguncang, Kepri, Sabtu (25/3).

Airlangga Hartanto sangat mengapresiasi pembuatan salah satu pembuatan kapal pertama di Indonesia yang berkapasitas 9300 DWT yang seluruhnya menggunakan bahan dan pekerja anak negeri.

“Jadi bisa dikatakan ini produk anak negeri Indonesia, termasuk bahan bakunya,” kata Airlangga.

Penggunaan teknologi electric propulsion ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Taiwan.

Kapal dengan kapasitas cargo mencapai 9300 DWT ini menjadi salah satu hasil yang membanggakan.

”Apalagi saya dengar pembuatan kapal dilakukan 800 pekerja yang merupakan anak negeri, selain itu bisa saving energi sebesar 20 persen. Ini membuktikan kapal hemat energi,” ujarnya.

Sementara itu pemilik PT Sumber Marine Shipyard, Haneko W.L mengatakan pembuatan kapal ini telah dimulai sejak Maret tahun lalu.

MV Iriana juga merupakan kapal Semen Curah yang didukung teknologi yang canggih.

“Kami berharap karya yang kami hasilkan bisa memberikan dampak yang positif bagi perkembangan shipyard di Batam. Teknologi elektric propulsion yang kami gunakan bisa lebih hemat, dan kami pertama di Indonesia, ini sangat membanggakan,” sebut pria berkacamata ini.

Dia berharap ke depan ada tawaran dari perusahaan lain yang menggunakan jasa perusahaan PT Sumber Marine Shipyard Batam.

“Ya tentunya kami berharap ada tawaran yang masuk nantinya, dan kami siap mengerjakan,” tutupnya.

Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam berjanji akan mengembangkan sektor industri galangan kapal melalui kebijakan dan iklim usaha yang kondusif.

“Industri galangan kapal merupakan sektor strategis yang memiliki peranan penting dalam mendukung terciptanya Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, Sabtu (25/3).

Peresmian turut dihadiri Staf Ahli Kementerian Maritim Purbaya Sadewa, Dubes Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, Dirjen Hubla, Dirjen Industri Logam, mesin dan Alat Elektronik, I Gusti Putu Suryawan, Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto, dan beberapa tamu undangan lainnya.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital