Sabu Dikirim ke Poso Via Travel

  • Whatsapp

POSO, PE – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Poso berhasil menangkap tiga  pengedar Sabu, insial Mr, F alias King dan Rl masing diperkirakan berusia 25 tahun. Dari hasil pengembangan kasus, sabu sebanyak 7 paket seberat 1,32 gram dikirim dari Palu menuju Kabupaten Poso melalui pengiriman paket via travel insial A.

“Dari hasil pengembangan, sebanyak 7 paket Sabu  dikirim melalui travel insial A, dari Palu menuju Poso, agar tidak diketahui, sabu diletakkan di dalam power bank,” kata Kepala BNNK Poso, Max Tungka dalam jumpa pers, di kantor BNNK Poso Senin (27/3).

Bacaan Lainnya

Dari hasil penangkapan 3 pengedar itu, ditemukan barang bukti berupa 6 jenis, yakni 1 buah HP merek Samsung, satu buah dompet warna hitam, uang tunai Rp1,5 juta, 3 buah korek api gas, dan 7 paket sabu seberat 1,32 gram yang diletakkan di power bank.

Menurut Max Tungka, penangkapan sebanyak 3 pelaku merupakan pengedar narkoba golongan satu jenis bukan tanaman, merupakan hasil dari laporan warga.

Sehingga, petugas BNNK Poso melakukan penggereberkan di kos milik salasatu pengedar di Desa Mapane Kecamatan Poso Pesisir, Rabu 22 Maret 2017. Tiga pelaku saat itu, langsung digiring ke kantor BNNK Poso untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya.

Hasil pemeriksaan, salasatu pelaku insial Rl tidak ditemukan bukti, namun hasil tes urine positif, dan diproses secara rehabilitasi. Sementara 2 pelaku masih menjalani pemeriksaan di BNNK Poso.

Ketiga pelaku yang merupakan warga Poso itu mendapatkan sabu dari insial Om O yang bertempat di Palu, yang dikirim melalui via travel. Ketiga pelaku tersebut mengedarkan dan menjual sabu di kalangan mahasiswa perguruan tinggi di Poso, dan kalangan sopir truck.

Sementara yang bertugas menjual sabu, yakni insial Rl dan F.  Uang hasil jualan sabu kemudian dikirim oleh Mr ke insial Om O ke Palu dan selanjutnya pengiriman kemballi sabu dari Om O.

“Penjualan itu masih sebatas Poso Kota, belum sempat dijual ke wilayah  kecamatan lain, harga perpaket senilai Rp250 ribu,” akunya.

Selain itu, Ia menyebut kasus sabu di Kabupaten Poso saat ini sudah memiliki 11 jaringan. Sebelumnya menurut Max Tungka, hanya ada 6 jaringan yang telah diputus sebanyak 4 jaringan.

“Saat ini ada 11 jaringan narkoba di Poso, padahal lalu hanya 6 jaringan dan telah kita putus sebanyak 4 jaringan,” jelasnya.

(fer/Palu Ekspres)

Pos terkait